Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Kamis, 13 Desember 2012

BELAJAR DARI SEBUAH AKAR

L-NEWS,....

AKAR itu begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, demi sebatang pohon.

Ketika pohon TUMBUH dan BERBUNGA indah, maka banyak orang memuji pohon tersebut.

Apakah AKAR juga mendapat pujian ?

Hmmm... tentulah tidak, akan tetapi AKAR tak pernah mengeluh, ia tetap sembunyi di dalam tanah dan akan terus bekerja untuk memberi makanan pada sang pohon.

Dari AKAR-lah kita belajar tentang KETULUSAN BUDI dan KERENDAHAN HATI.


(*L-News Team) 

Rabu, 12 Desember 2012

PTK Bahasa Inggris

L-NEWS, ...

MENYUSUN LAPORAN PTK

BAB I  PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
1. Melaporkan pelaksanaan pembelajaran sehari-hari yang meliputi:
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti,
c. Kegiatan Penutup
d. pelaksanaan penilaian atau tes:
- menjelaskan cara melakukan tes
- tulis soal tesnya
- menjelaskan hasil tes yang meliputi:
  1. jumlah skor yang diperoleh dan skor rata-rata yang dicapai
  2. skor maksimal dan bobot maksimal setiap soal
  3. skor KKM (KKM sebaiknya besar) dan bobot KKM setiap soal
  4. prosentasi skor rata-rata yang tercapai
a. Melakukan Refleksi:
  1. Mengolah hasil tes untuk mengidentifikasi masalah yang meliputi:
  • Laporkan soal atau indikator yang telah tercapai (nilainya sama atau lebih tinggi dari nilai KKM yang ditetapkan)
  • Laporkan soal atau indikator yang belum tercapai (nilainya lebih rendah dari nilai KKM yang ditetapkan)
  • Jelaskan bahwa soal atau indikator yang belum tercapai merupakan masalah yang harus segera diatasi
  1. Mencari sebab-sebab tidak tercapainya soal atau indikator tersebut,melalui penelaahan secara kritis dan cermat terhadap proses pembelajaran yang dilakukan ketika mencapai indikator tersebut
  2. Nyatakan bahwa ketidak-tercapaian soal atau indikator tersebut, karena kesalahan penggunaan metode pembelajaran.
  3. Nyatakan bahwa penggunaan metode pembelajaran tersebut tidak relevan dan harus diganti dengan metode pembelajaran yang lain yang memenuhi standar proses atau sistem pendidikan nasional.
  4. Nyatakan bahwa penerapan metode pembelajaran yang baru tersebut dilakukan melalui penelitian tindakan kelas.
  5. Jelaskan manfaat mempelajari KD dan indikator tersebut bagi siswa yaitu sebagai:
1) dasar mempelajari KD dan indikator yang lain.
2) bekal hidup bagi siswa dalam menjalani hidup dalam:
- keluarga atau  masyarakat
- warga negara atau warga dunia
- warga dunia usaha atau dunia industri
- atau yang lainnya
B. Cara Mengatasi Masalah
  • Jelaskan bahwa metode pembelajaran yang baru tersebut dapat mengatasi masalah
  • kutipkan teorinya yang mudah diterapkan dalam pembelajaran di  kelas.
  • Jelaskan secara singkat kutipan teori tsb. dengan kalimat sendiri sebagai upaya untuk mengatasi masalah.
  • Nyatakan keyakinkan Anda, bahwa dengan menerapkan teori tsb. maka masalah dapat diatasi.
  • Tuliskan judul penelitian secara lengkap (KD yang gagal, metode yang digunakan, sekolah tempat bekerja, dan kelas yang diajar)
C. Rumusan Masalah
Misal :
Apakah dengan menerapkan model Role Play dapat meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris Siswa siswa?

D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan
membiasakan hidup hemat melalui model kontekstual (mengacu rumusan masalah)

E. Manfaat Penelitian
Jelaskan apa yang dirasakan oleh siswa, peneliti, guru lain, pengawas, dsb. atau manfaat secara teoretik dan praktis

BAB II   KAJIAN  TEORETIS
Penerapan model model Role Play dapat meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris Siswa siswa?
  1. A. Pembelajaran Kemampuan Berbicara
  2. B. Model Role Play
  3. C. Pola Pikir/Kerangka Berpikir
Pola pikir/ kerangka berpikir peneliti dalam menerapkan metode pembelajaran tersebut dalam pembelajaran KD yang dimaksud yaitu,  bagaimana cara menerapkan metode Role Playl dalam pembelajaran berbicara (speaking)
(Pola pikir ini dijadikan strategi pembelajaran dalam RPP siklus I dan II)
  1. D. Hipotesis
(Jawaban rumusan masalah)
“Jika model Role Play diterapkan dalam pembelajaran Speaking (berbicara) maka kemampuan berbicara siswa dapat meningkat”


BAB III. METODE  PENELITIAN
(Rencana Penelitian Tindakan Kelas )

A. Prosedur Penelitian
1. Merencanakan PTK
a. Menjelaskan bahwa peneliti menyusun RPP KD tertentu yang
meliputi KD dan Indikator (Kutip dari Kurikulum 2004/KTSP) serta
menyusun strategi pembelajaran.
b. Menjelaskan bahwa peneliti bahan ajar, soal tes, pedoman
observasi,  dan mempersiapkan segalanya yang diperlukan.
2.  Melaksanakan PTK
Menjelaskan bahwa peneliti melaksanakan pembelajaran pada hari,
tanggal,dan waktu  serta jumlah jam pelajaran (minimal 4 jp)
3.  Melakukan observasi
a. Menjelaskan observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman
observasi terhadap proses pembelajaran sebagai laporan hasil
penelitian secara kualitatif
b. Menjelaskan proses dan hasil tes sebagai laporan hasil penelitian
secara kuantitatif untuk membuktikan hipotesis.
4. Melakukan Refleksi
(Mengolah hasil tes untuk mengidentifikasi masalah)
a. Menjelaskan bahwa refleksi dilakukan untuk mencari indikator yang
tercapai dan yang gagal, serta mencari penyebabnya melalui
penelaahan secara kritis dan cermat terhadap proses
pembelajaran yang dilakukan ketika mencapai indikator tersebut.
b. Menjelaskan bahwa ketidak-tercapaian soal atau indikator tersebut,
karena kesalahan penggunaan metode pembelajaran dan harus
diganti dengan metode pembelajaran yang lain yang memenuhi
standar proses atau sistem pendidikan nasional.

B.Teknik Pengumpulan Data
Menjelaskan bahwa teknik observasi untuk mengumpulkan data
kualitatif untuk laporan hasil penelitian dan teknik tes untuk
mengumpulkan data kuantitatif untuk membuktikan hipotesis

C. Teknik Pengolahan Data
Menjelaskan bahwa teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kuantitatif dengan cara mengurangi hasil tes siklus II,pertemuan ke-2 dengan hasil  tes siklus I,pertemuan ke-1 selanjutnya diubah menjadi bentuk diagram batang dan lingkaran


BAB IV
Hasil Penelitian dan Pembahasan
  1. A. Hasil Penelitian

1. Hasil Penelitian Siklus Pertama

Pertemuan kesatu dan kedua


a. Merencanakan PTK Siklus Pertama
Pertemuan I
a. Menjelaskan bahwa peneliti menyusun RPP KD tertentu yang meliputi KD dan Indikator (Kutip dari Kurikulum 2004/KTSP) dan menyusun strategi pembelajaran
b. Menjelaskan bahwa peneliti menyusun bahan ajar, soal tes, pedoman pengamatan, dan mempersiapkan segalanya yang diperlukan.
c. Jelaskan bahwa semua itu dilampirkan.

b. Melaksanakan PTK Siklus
Pertama Pertemuan I:
Jelaskan bahwa peneliti melaksanakan pembelajaran pada hari,
tanggal, bulan dan tahun serta jumlah jam pelajaran

c. Pelaksanaan Observasi Siklus Pertama
Pertemuan I
1) Pelaksanaan Observasi
Jelaskan bahwa observasi dilakukan oleh tiga orang observer yaitu…
terhadap proses pembelajaran …dan proses dan hasil tes.
2) Hasil Observasi
a.  Deskripsikan hasil observasi terhadap pembelajaran sebagaimana
yang terjadi di kelas dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.
b.  Deskripsikan hasil tes dalam bentuk tabel yang meliputi meliputi
jumlah dan rata-rata skor yang dicapai, skor /bobot maksimal setiap
soal/indikator,skor /bobot KKM, dan prosentasi skor yang tercapai
atau yang belum tercapai.

d. Merencanakan PTK Siklus Pertama
Pertemuan II
Jelaskan bahwa RPP yang digunakan dalam pembelajaran adalah RPP
yang sama denga pertemuan I

e. Melaksanakan PTK Siklus Pertama
Pertemuan II:
Jelaskan bahwa peneliti melaksanakan pembelajaran pada hari, tanggal, bulan dan tahun serta jumlah jam pelajaran

f. Pelaksanaan Observasi Siklus Pertama
Pertemuan II

1) Pelaksanaan Observasi
Jelaskan bahwa observasi dilakukan oleh tiga orang observer yaitu…
terhadap proses pembelajaran …dan proses dan hasil tes.
2) Hasil Observasi
a)  Deskripsikan hasil observasi terhadap pembelajaran sebagaimana
yang terjadi di kelas dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup
tentang
(1) tampilan fisik siswa dan guru;
(2) dialog sebagaimana yang terjadi dalam pembelajaran;
(3) lingkungan fisik atau kelas dengan berbagai situasinya
(4) kejadian-kejadian khusus yang dilakukan oleh siswa
(5) berbagai aktivitas siswa dan guru dalam mengimplementasikan
tahapan-tahapan  model pembelajaran; serta
(6) pikiran dan perasaan peneliti perlu dideskripsikan secara rinci,
karena dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan bagian
dari penelitian, (Muhadjir,1998).
b) Deskripsikan hasil tes dalam bentuk tabel yang meliputi meliputi
jumlah dan rata-rata skor yang dicapai, skor /bobot maksimal setiap
soal/indikator,skor /bobot KKM setiap soal/indikator, dan prosentasi
skor yang tercapai atau yang belum tercapai.

4. Melakukan Refleksi Siklus Pertama
Pertemuan II:

a. Tujuan Refleksi
1) mencari dan menemukan indikator- indikator yang telah tercapai
dan yang belum tercapai dengan membandingkan antara rata-rata
skor setiap soal/ indikator dan seluruh soal dengan skor KKM
2) peneliti mencari penyebab dan solusi untuk mengatasinya.
b. Hasil refleksi
1) menjelaskan tabel hasil tes setiap nomor soal/indikator untuk
setiap kelompok dan seluruh kelompok
2) menjelaskan tabel hasil tes seluruh nomor soal/indikator
untuk setiap kelompok dan seluruh kelompok
3) menjelaskan tabel skor yang dicapai oleh setiap kelompok dan
seluruh kelompok setiap soal/ indikator
4) menjelaskan tabel skor yang dicapai oleh setiap kelompok dan
seluruh kelompok seluruh soal/ indikator
c. Penyebab Kegagalan
Menjelaskan penyebab kegagalan proses pembelajaran setiap soal/
indikator dalam mencapai KKM dilihat dari:
1.  penerapan teori
2.  urutan pembelajaran
3.  atau yang lainnya.
d. Solusi untuk Mengatasi Masalah
Menjelaskan solusi untuk mengatasi sebab-sebab kegagalan di atas.
e. Kesimpulan Solusi
Menjelaskan bahwa solusi tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki RPP siklus pertama dan akan digunakan sebagai RPP siklus kedua pertemuan kesatu dan pertemuan kedua.

2. Hasil Penelitian Siklus Kedua
Pertemuan I dan Pertemuan II

a.Merencanakan PTK Siklus Kedua Pertemuan I
Memperbaiki RPP siklus pertama sesuai dengan hasil refleksi siklus I
b. Melaksanakan PTK Siklus Kedua Pertemuan I

c. Pelaksanaan Observasi Siklus Kedua Pertemuan I
a. Pelaksanaan Observasi
b. Hasil Observasi

d. Melakukan Refleksi Siklus Kedua Pertemuan I
1) Tujuan Refleksi
2) Hasil refleksi
3) Penyebab Kegagalan
4) Solusi untuk mengatasi Masalah
5) Kesimpulan Solusi
(dilaporkan sebagaimana siklus pertama pertemuan 1 dan II)

e.Merencanakan PTK Siklus Kedua Pertemuan II
Tidak dilakukan sebab masih menggunakan RPP pertemuan pertama.

f. Melaksanakan PTK Siklus Kedua Pertemuan II


g. Pelaksanaan Observasi Siklus Kedua Pertemuan II
1) Pelaksanaan Observasi
2) Hasil Observasi


h. Melakukan Refleksi Siklus Kedua Pertemuan II
1) Tujuan Refleksi
2) Hasil refleksi dinyatakan dalam bahwa hasil belajar telah
mencapai skor KKM bahkan mencapai skor maksimal dan
penelitian dinyatakan selesai
(dilaporkan sebagaimana siklus pertama pertemuan 1 dan II)




B. Pembahasan Hasil Penelitian
Masalah yang dibahas adalah:
  1. Ketercapaian setiap indikator setiap kelompok
2.  Ketercapaian setiap indikator secara klasikal
3.  Ketercapaian seluruh indikator setiap kelompok
4.  Ketercapaian seluruh indikator secara klasikal, dengan cara mencari
selisih hasil tes siklus kedua pertemuan II dikurangi hasil tes siklus
pertama pertemuan I
Keterangan:
Hasil pembahasan di atas diubah ke dalam bentuk grafik garis atau
diagram batang dan diagram  lingkaran


BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
1. Mengutip hasil pembahasan yang dapat digunakan untuk
membuktikan hipotesis.
2. Menyatakan bahwa hipotesis terbukti
B. Rekomendasi/ Saran
1. diberikan kepada rekan guru, pengawas, atau pejabat  terkait.
2. dan lainnya.

IV. Lampiran-lampiran:

  1. Nama-nama Anggota Kelompok
  2. Bahan Ajar
  3. Tugas-tugas Siswa
  4. Kunci Jawaban
  5. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I
  6. Pedoman Observasi
  7. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II
  8. Lembar Kerja kelompok (asli tulisan siswa)
  9. Foto Kegiatan Belajar

V. Kelengkapan lain yang diperlukan:
  1. Lembar Persetujuan dari Kepala Sekolah
  2. Surat Pernyataan dari Pengelola Perpustakaan Sekolah
  3. KATA PENGANTAR
  4. DAFTAR ISI
  5. DAFTAR TABEL
  6. DAFTAR DIAGRAM
DAFTAR LAMPIRAN

(*L-News Team)

PTK Bahasa Indonesia SMA Kelas XI

L-NEWS,... 
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A.    JUDUL PENELITIAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENDESKRIPSIKAN BINATANG DENGAN BAHASA TULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BINATANG PADA SISWA KELAS II SDN 02 PEDAWANG PEKALONGAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

B.    MATA PELAJARAN DAN BIDANG KAJIAN
Mata pelajaran    : Bahasa Indonesia
Bidang kajian      : Pembelajaran inovatif

C.    PENDAHULUAN

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi (BSNP, 2006). Untuk berbahasa dengan baik dan benar, maka diperlukan pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia. Pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada siswa di sekolah. Oleh karena itu pemerintah membuat kurikulum bahasa Indonesia yang wajib untuk diajarkan kepada siswa pada setiap jenjang pendidikan, yakni dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT).

Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang guru, mengingat bahasa ini bagi sebagian sekolah merupakan bahasa pengantar yang dipakai untuk menyampaikan materi pelajaran yang lain. Pembelajaran bahasa Indonesia berfungsi membantu peserta didik untuk mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat dengan menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif (Depdiknas, 2006).

Sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada saat ini, mata pelajaran bahasa Indonesia sering diremehkan oleh sebagian besar siswa, bahkan dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan, khususnya dalam aspek menulis. Menurut Johana Pantow dkk (2002) yang tersedia dalam http://digilib.itb.ac.id pada tanggal 26 Januari 2008, menyatakan bahwa dalam dunia pendidikan, menulis merupakan suatu tuntutan keterampilan yang harus dikuasai oleh manusia sebagai bahasa tulis. Oleh karena itu, sejak dini pengajaran bahasa selalu harus didasarkan pada keterampilan bahasa dimana salah satunya adalah writing.

Kesulitan siswa dalam menulis biasanya terlihat ketika siswa diminta untuk menulis sebuah karangan sederhana, mendeskripsikan suatu benda ataupun ketika menulis puisi, mereka sering mengeluh dan terlihat bingung dengan apa yang ingin mereka tulis. Kebosanan, kejenuhan, serta kebingungan siswa dalam hal menulis yang mengakibatkan menurunnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran menulis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
  1. Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis.
  2. Kurangnya motivasi siswa, baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar.
  3. Pengembangan strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan daya imajinasi siswa dan kreativitas siswa dalam berbahasa maupun bersastra.
  4. Media yang digunakan dalam pembelajaran yang kurang sesuai sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar.
Menurunnya prestasi belajar siswa dapat dibuktikan dengan hasil tes pada mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis pada tanggal 15 Januari 2008, dengan tujuan pembelajaran mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar yang dilaksanakan pada siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan. Dari tes tersebut diperoleh hasil tulisan siswa belum sempurna, karena penggunaan katanya belum tepat dan kalimatnya cenderung diulang-ulang sehingga tidak mudah untuk dipahami. Perolehan nilai rata-rata kelas yang seharusnya mencapai angka di atas 70, pada kenyatannya hanya mencapai angka 65, sehingga hanya 27% siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia dalam aspek menulis untuk kelas II semester II SDN 02 Pedawang Pekalongan. Dengan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka guru harus mengambil tindakan, yakni dengan mencari dan menggunakan suatu pendekatan atau model pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berpotensi memperbaiki pembelajaran menulis, sehingga meningkatkan minat, motivasi, dan sikap siswa terhadap pembelajaran menulis yang berakibat pada meningkatnya prestasi belajar siswa. Dengan demikian guru dapat merancang suatu bentuk pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar sebagai media alternatif dalam pemecahan masalah tersebut. 
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata  siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Dikdasmen Diknas, 2002:1). Media gambar dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam mendeskripsikan seekor binatang dengan bahasa tulis. Media gambar digunakan dalam penelitian ini karena pola berpikir siswa kelas II yang masih memerlukan media pembelajaran yang konkrit. Dengan kedua hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan bintang dengan bahasa tulis.
D.    RUMUSAN MASALAH DAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH
1.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah :
  • Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan menggunakan media gambar binatang dapat meningkatkan keterampilan kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang yang ada di sekitar dengan bahasa tulis?
  • Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam pembelajaran?
  • Bagaimana keterampilan guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual?

2.    Rencana Pemecahan Masalah
Masalah rendahnya prestasi belajar siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang di sekitar dengan bahasa tulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ditindaklanjuti oleh guru dengan mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam hal ini, siswa diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar binatang. Penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.   

 Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut, dilakukan dengan suatu pembelajaran yang inovatif dan diyakini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SDN 02 Pedawang Pekalongan. Pembelajaran inovatif dalam penelitian ini menggunkan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning), dengan media berupa gambar binatang sebagai media dalam pembelajaran individu (siklus I), puzzle (potongan gambar) seekor binatang sebagai media dalam pembelajaran berbasis kelompok (siklus II), puzzle (potongan gambar) beberapa binatang dalam satu lingkugan tempat hidupnya sebagai media untuk pembelajaran berbasis kelompok (siklus III). Ketiga media yang digunakan dalam PTK tersebut untuk merangsang keaktifan siswa dalam bertanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan gambar, serta untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menyusun puzzle. Selain itu juga sebagai alat bantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam medeskripsikan binatang dalam bentuk tulisan. Dengan penelitian tindakan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan nilai rata-rata kelas dalam pencapaian tujuan tersebut di atas 70 dan dalam pembelajaran menulis setiap siswa diharapkan dapat memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia aspek menulis kelas II semester II yang telah dibuat dan ditentukan oleh SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan, yakni 70.
E.    TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk :
  • Mengungkap suatu pendekatan atau model serta media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis.
  • Mengungkap suatu pendekatan atau model pembelajaran serta media yang dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam pembelajaran.
  • Mengetahui peningkatan keterampilan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning).

F.    MANFAAT PENELITIAN
1.    Manfaat Teoretis
Secara teoretis, penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki mutu pembelajaran menulis dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas II semester II dengan menggunakan media gambar binatang melalui pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning).
2.    Manfaat Praktis
a.    Bagi Siswa
Penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa dalam pembelajaran, sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek menulis. Dengan demikian, siswa dapat menyukai kegiatan menulis dan dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam menuangkan berbagai ide, gagasan, serta pengalamannya dalam sebuah tulisan imajinatif yang dapat dinikmati oleh orang lain.

b.    Bagi Guru
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru, yakni dapat memberikan pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam membelajarkan bahasa Indonesia pada aspek menulis, khususnya bagi siswa kelas rendah yang membutuhkan suatu pendekatan dalam pembelajaran sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa pada saat pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat termotivasi dalam belajar dan akan berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang maksimal dan sesuai dengan harapan.

c.    Bagi Sekolah
Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai tolok ukur dalam peningkatan dan perbaikan mutu pembelajaran menulis di sekolah.
G.    KAJIAN PUSTAKA
  1. Kajian Teori
  2. Hipotesis Tindakan

H.    METODE PENELITIAN
  1. Rancangan Penelitian
  2. Perencanaan Tahap Penelitian
  3. Tempat Penelitian
  4. Subjek Penelitian
  5. Data dan Sumber data
  6. Teknik Pengumpulan data
  7. Teknik Analisis data
  8. Indikator Keberhasilan

I.    JADWAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
J.    TIM PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
 
Download Lengkap PTK : PTK Bhs Indonesia  
 
(*L-News Team)

Kumpulan Contoh Judul PTK Bahasa Indonesia SD

L-News, .... 
 

Contoh Judul PTK Bahasa Indonesia SD

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DONGENG MELALUI PENGGUNAAN WAYANG KARTUN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II SDN KAUMAN 3 MALANG


PENINGKATAN KEMAMPUAN MENCARI IDE POKOK PARAGRAF MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN PURWODADI 1 MALANG


Analisis Kesalahan Sintaksis Bahasa Indonesia Dalam Karangan Siswa Kelas VI SDN Sedarum II Nguling Pasuruan yang Berbahasa Ibu Bahasa Madura


Penerapan Permainan Scrabble untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Sukolilo No. 250 Kecamatan Bulak Surabaya


METODE PEMBELAJARAN IMAGE STREAMING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG BAHASA INDONESIA PADA KELAS V SD NEGERI TUTLUSREJO 2 MALANG


Penerapan Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas III SDN PisangCandi 2 Malang


Penggunaan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Siswa dalam Menyimak Bahasa Indonesia di Kelas V SDN Bareng 5 Malang


PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V SD MELALUI MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SDN KARANGBESUKI 01 KOTA MALANG


Pemanfaatan Majalah Dinding Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas IV Di SDN Bareng 4 Kecamatan Klojen Kota Malang


Penerapan Model Talking Stick untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDN Jatimulyo 1 Kota Malang


PENERAPAN STRATEGI DIRECT READING THINKING ACTIVITIES (DRTA) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN KASIN MALANG


Implementasi Model LRD (Listen-Read-Discuss) untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN Sumbersari 2 Malang


Model Kolaboratif dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Berbicara Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN Bantur Malang


PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENDEKATAN PRAGMATIK COOPERATIVE SCRIPT BAHASA INDONESIA SISWA KELAS Vb SDN LESANPURO 3 KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG


PENERAPAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SDN MADYOPURO 5 KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG


Penerapan Metode Learning Starts With A Question Peningkatan Keterampilan Membaca Nyaring Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas IV SDN Madyopuro 1 Kecamatan KedungKan- dang Kota Malang


Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV Di SDN Lesanpuro I Kecamatan Kedungkandang Malang


Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Kiduldalem 1 Kecamatan Klojen Kota Malang.


Penerapan Model Think-Talk-Write (Ttw) Untuk Meningkatkan Ketrampilan Menulis Pengumuman Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas Iv Sdn Madyopuro 4 Di Malang


Penerapan Model Power Teaching dan Cooperative Script untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia dalam Meringkas Isi Wacana Cerita Kelas V SDN Ketawanggede I Kota Malang


PENERAPAN MODEL COOPERATIVE INTEGRETED READING AND COMPOSITION (CIRC) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MEMAHAMI ISI WACANA BAHASA INDONESIA KELAS V SDN KIDULDALEM I KOTA MALANG


ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS IV SDN III TALANG KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG


Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Bahasa Indonesia melalui Media Film Siswa Kelas III SDN Kepoh I Bojonegoro.


Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Strategi Directed Reading Thingking Activity (DRTA) pada Siswa Kelas V SDN 2 Durenan Kabupaten Trenggalek


PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN ARENDS PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN DAYU 04 KABUPATEN BLITAR


Peningkatan Kemampuan Berbicara Dengan Menggunakan Metode Diskusi Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas IV SDN Purwodadi 2 Kota Malang

(*L-News Team)

K3S SD Se Kecamatan Lengayang Studi Tour

L-NEWS, .... 
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar se Kecamatan Lengayang akan mengadakan studi tour ke negara Thailand,Malaysia .Direncanakan berangkat pada awal Januari 2013 mendatang.

Studi tour yang dilakukan oleh K3S ini mengunakan dana pribadi yang dikumpulkan oleh para kepala Sekolah sejak lama yang dikumpulkan mereka di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI). Dimana masing masing kepala sekolah dikenakan biaya Rp 4,5 per-orang.

Ketua K3S SD Sekecamatan Lengayang Rafdinal mengungkap rencana anggotanya itu sudah lama,sedikit demi sedikit uang mereka kumpulkan agar bisa berangkat pergi studi tour.

Direncanakan ada sekitar 44 orang yang mengikuti Studi Tour ini,rencananya mereka berangkat pada 4 januari dan kembali 10 januari 2013.

Adanya anggapan kepergian para kepala sekolah itu pergi studi tour itu mengunakan dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS),menurut Rafdinal yang juga kepala SDN 19 Talang Tan Saidi Lengayang tidaklah benar.

"Tidak benar kepergian mereka nantinya mengunakan dana BOS,sebab para kepala Sekolah itu sejak lama mengumpulkan uang mereka sedikit demi sedikit untuk bisa berangkat," ujarnya

Dijelaskannya, studi tour yang dilakukan oleh K3S SD Se Kecamatan Lengayang juga sudah mereka lakukan pada tahun 2008 dimana tujuan mereka adalah Singapura, Malaysia dan Batam
.  

(pesisirselatan.go.id/*L-News Team)

Sabtu, 08 Desember 2012

PASIR PUTIH KAMBANG DIRENCANAKAN JADI OBJEK WISATA

L-NEWS, ...
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan merencanakan lokasi Pasir Putih Kambang Kecamatan Lengayang sebagai kawasan pariwisata pantai.

Wakil Bupati Pesisir Selatan, Editiawarman di Painan kemarin mengatakan, saat ini lokasi Pasir Putih Kambang tengah dilakukan reklamasi pantai sebagai persiapan sebagai daerah pariwisata tersebut disamping rehabilitasi jalan negara yang hancur akibat banjir November 2011.

Jika pembangunannya selesai, objek wisata itu akan menjadi tujuan wisata di kabupaten itu setelah Pantai Carocok Painan.
Jalan negara yang tengah dibangun setelah hancur akibat banjir bandang November 2011 sepanjang 350 meter itu akan dijadikan sebagai jalan pariwisata lintas barat Sumatera. Semua kendaraan pribadi akan diarahkan memasuki jalan tersebut jika selesai pembangunannya nanti.

Sedangkan mobil umum berukuran besar dipindahkan melalui jalur atau jalan Lakuak-Padang Rubiah Kambang. Sebelumnya jalan yang panjangnya sekitar 3 kilometer itu merupakan jalan perkebunan masyarakat yang dirubah statusnya menjadi jalan nasional lintas barat Sumatera setelah jalan Pasir Putih Kambang ambruk pada November 2011.

Kita mengimbau kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait agar dapat menyiapkan segala sesuatu untuk pelatihan itu mulai sekarang sehingga waktunya tidak mendesak pada hari terakhir nanti. Pelatihan yang kita rencanakan ini merupakan latihan berskala besar, peserta dan pelatihnya akan datang dari berbagai daerah di Indonesia,  ujar dia. 

(Pesisirselatan.go.id/*L-News Team)

PEMKAB PESSEL AKAN ADAKAN PELATIHAN SIAGA BENCANA NASIONAL

L-NEWS, ...

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan mengadakan latihan gabungan siaga bencana berskala nasional di kabupaten itu pada tahun 2013.

Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit di Painan, kemarin mengatakan, pelatihan tersebut akan melibatkan seluruh kelompok siaga bencana (KSB), taruna siaga bencana (Tagana) dan tim siaga bencana lainnya yang ada di kabupaten itu.

Latihan tersebut sesuai rencana akan dihadiri oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kala dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif.

Latihan akan dipusatkan di Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, kabupaten setempat. Lokasi sasaran banjir bandang yang membawa korban jiwa warga sebanyak 4 orang itu dinilai sangat bagus untuk latihan siaga bencana.
 

Jalan itu berada di pinggir pantai dan tidak jauh dari jalan nasional lintas barat Sumtera yang ambruk (hancur) akibat banjir bandang November 2011.
"Pasir Putih Kambang sangat strategis sebagai lokasi latihan siaga bencana yang akan kita adakan sesuai rencana pada Februari 2013. Disamping letaknya dekat dengan jalan negara juga merupakan daerah zona merah tsunami, " ujar dia.
(http://pesisirselatan.go.id/*L-News Team)

Petani Tebing Tinggi (Kambang) Tanam Semangka

L-NEWS, .... Pasca panen raya, para petani di Kampung Tebing Tinggi Kenagarian Kambang Barat mengolah lahannya dengan menanam semangka. Kegiatan ini dilakukan untuk sekedar masa antara mengisi menjelang masa taman berikutnya.

Djamaludin tahun Petani penggarap berharap tanaman semangkanya dapat tumbuh subur dan berbuah lebat, karena beberapa waktu lalu. tanamannya layu karena diterpa banjir.

"Tanaman saya banyak yang mati dan semangka memang jenis tanaman yang mudah layu lalu mati, saya rugi besar"keluh Djamal.

Namun, dia gembira kondisi sekarang lebih baik, kendati hujan acap datang namun, sengaja dia memperbaiki saluran air, kalau hujan lebat datang, debit air dapat tersalur dengan lancar dan tidak menggenang.

Saat ini, para petani di Kampung Tebing Tinggi sengaja menanam tanam muda untuk menunggu masa antara menjelang musim tanam berikutnya, kebiasaan ini telah berlangsung lama, dan bagi petani cara ini disamping untuk mengisi kekosongan menjelang taman serentak, juga untuk mengembalikan fungsi humus lahan sehingga unsur haranya tidak tergerus.

"Kalau satu jenis tanaman saja, maka padi tidak begitu subur, sehingga lebih baik jika diselingi seperti ini"ujar Djamal yang akrab dipanggil Atut.

Sementara itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pesisir Selatan mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal, beberapa tahun belakangan dinas terus mengupayakan peningkatan produksi pertanian dengan pemberian bibit unggul dan intensifikasi serta mekanisasi pertanian. 
 
(http://pesisirselatan.go.id/*L-News Team)

Sabtu, 01 Desember 2012

Dikalahkan Malaysia, Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2012

L-NEWS, ...
Petualangan Indonesia di kancah AFF Cup 2012 berakhir tragis. Indonesia harus tersingkir di fase grup setelah takluk dari Malaysia 0-2 pada laga pamungkas Grup B di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (1/12/2012).Dua gol Malaysia tercipta melalui Azamuddin Akil di menit ke-27 dan Mahalli Jasuli di menit ke-30.
Menghadapi Malaysia, Indonesia yang sebenarnya hanya membutuhkan hasil seri, mengawali pertandingan dengan cukup apik. Beberapa peluang sempat diciptakan skuat Garuda, julukan Indonesia.
Mendapat tekanan Malaysia tak tinggal diam. Harimau Malaya, julukan Malaysia, justru unggul lebih dulu memalui Akil yang memanfaatkan crossing Mahalli. Selang tiga menit, giliran Mahalli yang menjebol gawang Wahyu Tri Nugroho.
Tertinggal dua gol, pelatih Nil Maizar, memasukkan Andik. Namun, hingga akhir babak pertama kedudukan tak mampu berubah.
Di babak kedua, Nil pun melakukan perubahan dengan memasukkan Tonnie Cusell dan Jhonny Van Beukering. Namun, kontribusi kedua pemain naturalisasi berdarah Belanda ini tak begitu terlihat.
Hingga peliut panjang dibunyikan wasit atau tanda berakhirnya pertandingan skor tak berubah. Indonesia pun harus mengakui keunggulan Malaysia.
Dengan hasil ini Indonesia turun ke posisi tiga dengan torehan empat poin, berada di bawah Singapura dan Malaysia yang menempati posisi satu dua dan berhak mewakili Grup B ke babak semifinal.

(SoloPos/*L-News Team)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More