Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Tampilkan postingan dengan label B3. Sport Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B3. Sport Lain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Februari 2013

Sekilas Perjalanan Karier Muhammad Ali

L-News,........
SIAPA yang tidak kenal dengan Muhammad Ali? Petinju legendaris dunia asal Amerika Serikat. Tapi, perjalanan kariernya ternyata sempat dicekal setelah memutuskan untuk memeluk agama islam.

Diketahui, Ali melakukan debut pada 29 Oktober 1960. Saat itu, petinju ini masih menggunakan nama Cassius Marcellus Clay. Saat itu, Clay berhasil menang angka selama enam ronde atas lawannya Tunney Hunsaker.

25 Febuari 1964, Clay untuk pertama kali merebut gelar juara kelas berat dunia setelah menang TKO atas Sonny Liston pada ronde ketujuh dari 15 ronde yang direncanakan di Florida, Amerika Serikat. Saat itu, Liston harus mundur dari pertarungan karena mengalami cedera bagian leher.

Setelah mengalahkan Liston di tahun 1964, Clay secara kontroversial mengumumkan agama dan nama barunya bernama Muhammad Ali setelah masuk ke kelompok Nation of Islam. Pada saat itu, perjalanan karier Ali memang sempat stuck.

Setelah menjalani tanding ulang dengan Lston di tahun 25 Mei 1965, Ali sempat menolak untuk mengikuti wajib militer yang diterapkan oleh Amerika Serikat untuk menghadapi perang Vietnam. "Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satupun orang Vietcong yang memanggilku dengan sebutan Nigger,” demikian ungkapan Ali saat itu.

Akibat pernyataannya itu, Komisi Tinju sempat melarang Ali untuk bertarung selama empat tahun di Amerika dan mencabut gelar juara dunia miliknya. Meski demikian, Ali sempat bertarung mempertahankan gelar juara ke luar negeri melawan George Chuvalo, Henry Cooper, Brian London dan Karl Mildenberger.

Tapi setelah melakukan banding, The Greatest (julukan Ali) diperbolehkan untuk bertarung lagi di Amerika. Lagi-lagi, petinju Amerika saat itu Ernie Terrel menolak untuk memanggil nama Ali karena memeluk agama islam. Namun, Ali yang masih berusia 25 tahun menang angka mutlak atas Terrel.

8 Maret 1971, Ali harus kalah angka dari Joe Frazier di New York dan harus kehilangan gelar juara dunia miliknya. Namun tiga tahun berikutnya, The Greatest kembali merebut gelar juara WBC dan WBA setelah mengalahkan George Foreman di Kinsasha, Zaire pada ronde ke 8.

Pada 1 Oktober 1975, presiden Filipina saat itu Ferdinand Marcos memboyong pertandingan Ali vs Fraizer jilid ke III di kota Manila. The Greatest berhasil menang TKO pada ronde ke-14 dalam pertarungan yang menegangkan tersebut.

Ali menjadi petinju pertama yang meraih tiga gelar secara beruntun setelah mengalahkan Leon Spinks pada 15 September 1978. Setahun berikutnya, Ali sempat memutuskan untuk pensiun dari ring tinju dan gelarnya dinyatakan kosong. Tapi, 2 Oktober 1980 Ali kembali bertarung melawan Larry Holmes. Sayang Ali harus kalah TKO pada ronde 11.

Tidak lama setelah pertarungan itu, Ali sempat dinyatakan terkena penyakit Parkinson, namun promotor Don King merahasiakan hasil tes medis tersebut. Setelah laga melawan Holmes, Ali melakukan cek medis ulang. Hasilnya, The Greatest positif terkena penyakit Parkinson.

Pada 11 Desember 1981, Ali kembali naik ke atas ring melawan Trevor Berbick di Bahama. Meski demikian, Ali berusaha untuk memberikan perlawanan kepada Berbick, tapi kalah di ronde ke-10. Ini merupakan pertandingan terakhir Ali sepanjang kariernya.

Minggu, 10 Februari 2013

Barca Gasak Getafe 6-1

L-News,...

Barcelona memetik kemenangannya yang ke-20 di La Liga musim ini. Bertanding di Camp Nou, Minggu (10/2/2013), Lionel Messi dkk. menggasak Getafe dengan skor 6-1.

Kemenangan Barca sudah dimulai di menit keenam. Menerima umpan terobosan Andres Iniesta, Alexis Sanchez yang merangsek ke kotak penalti tak kesulitan menjebol gawang Getafe yang dijaga Jordi Codina.

Barca seperti akan menang mudah setelah mencetak gol lagi hanya dalam selang waktu tujuh menit dari yang pertama. Messi menuliskan namanya di papan skor setelah menaklukkan Codina dengan tendangan kaki kiri di dalam kotak penalti. Ia meneruskan bola pendek Thiago Alcantara.

Gol Messi itu menjadi gol ke-35 yang sudah ia buat di liga, atau yang ke-46 di semua kompetisi di musim ini. Di daftar top skorer sementara, bintang Argentina itu sudah jauh meninggalkan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) yang "baru" mendulang 24 gol.

Dominasi Barca atas Getafe semakin menjadi-jadi di babak kedua. Penandanya adalah ketika David Villa mencetak gol ketiga di menit 58, dari assist Jordi Alba. Itulah gol ke-10 Villa di musim ini, dan ia mendedikasikannya untuk anak ketiganya yang lahir seminggu lalu.

Kemenangan Barca membesar jadi 4-0 setelah pemain pengganti, Christian Tello, melesakkan bola ke gawang Getafe dalam sentuhan pertamanya di lapangan di menit 79. Messi adalah pembuat assist-nya.

Getafe "menodai" gawang Barcelona melalui sontekan Alvaro Vazquez di menit 83. Tapi di sisa pertandingan Los Cules masih bisa membuat dua gol lagi, masing-masing melalui Iniesta dan terakhir Gerard Pique.

Hasil ini membuat Barca tetap memimpin jauh kompetisi. Tim asuhan Tito Vilanova ini telah mengumpulkan 62 poin dari 23 pertandingan. Mereka unggul 12 angka dari tim peringkat kedua, Valencia, yang tengah malam nanti bertanding di kandang Rayo Vallecano. Real Madrid, yang kemarin juga menang telak 4-1 atas Sevilla, di posisi ketiga dengan nilai 46.

Susunan pemain

Barcelona: Victor Valdes, Gerard Pique, Jordi Alba, Adriano (Dani Alves 45), Alex Song, Carles Puyol (Javier Mascherano 76), Andres Iniesta, Thiago, David Villa, Alexis Sanchez (Cristian Tello 73), Lionel Messi

Getafe: Jordi Codina, Miguel Torres Gomez, Medhi Lacen, Alberto Lopo, Sergio Escudero, Alexis, Diego Castro Gimenez, Abdelaziz Barrada (Sarabia 70), Borja, Jaime Gavilan Martinez (Pedro Leon 65), Adrian Colunga (Alvaro Vasquez 73)
 

sumber:detik/*L-News Team


Rabu, 19 September 2012

Lifter Putri Jabar Cetak Rekor Asia

Kontingen Jawa Barat kembali mendulang satu emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau yang disumbangkan atlet lifter putri, Lilis Idaningsih di kelas 84 kg plus, Selasa, 18 September 2012. Tidak hanya meraih emas, Lilis juga membukukan rekor baru di Asia.

Dalam pertandingan yang digelar di Hotel Mayang Garden, Pekanbaru, Lilis mengumpulkan total angkatan 637,5 kilogram, Squat (280), Bench Press (155) dan Dead Lift (202,5). Jumlah ini mengalahkan rekor Asia sebelumnya yang dipegang oleh lifter China, Chang Yawen dengan total angkatan 625 kilogram.

Sementara posisi kedua ditempati oleh lifter tuan rumah Riau, Rini Maisuri yang berhasil melakukan total angkatan 632,5 kilogram, Squat (275), Bench Press (157,5) dan Dead Lift (200). Atas suksesnya itu, Rini menyumbangkan medali perak untuk kontingen Riau. 

Sedangkan di posisi ketiga ditempati oleh Lifter Papua Barat, Fitria Martiningsih. Fitria berhasil mendapatkan medali perunggu setelah berhasil mengumpulkan total angkatan 625 kilogram, Squat (275), Bench Press (140) dan Dead Lift (210).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More