Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Tampilkan postingan dengan label A1. Seputar Lengayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A1. Seputar Lengayang. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2015

PESSEL, Sebanyak 10 Nagari Pilwana Tahun 2015

L-News
Pada Tahun 2015 ini ada 10 nagari lainnya di Pessel harus segera melaksanakan pemilihan walinagari (Pilwana ) . Diantaranya adalah Kenagarian Siguntur, Sungai Pinang, Nanggalo, Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan. Kenagarian Puluik Puluik, Koto Ranah, Muaro Aie Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kenagarian Salido Kecamatan IV Jurai dan Kenagarian Taluak KecamatanBatang Kapas.
 Kabid Pemerintahan Nagari  Yetrizal mengungkapkan ke 10 nagari itu harus segera melaksanakan pilwana karena masa jabatan walinagari sudah berakhir pada petengahan tahun 2014 ini dan roda pemerintahan telah digantikan oleh Pjs yang diambil dari PNS  yang ada di Kecamatan .

"Kenagarian yang harus melaksanakan pilwana tersebut adalah kenagarian yang walinagarinya masa jabatan 2008 - 2014  bahkan  Kenagarian Pasar Baru dan Puluik Puluik telah di pimpin oleh Pjs hampir setahun karena selama 2014 ini ada intruksi dari gubenur tidak adanya pilwana karena masa masa pemilu," ujarnya Ditambahkannya, selain 10 nagari itu ada 13 nagari walinagarinya akan berakhir masa jabatannya pada petengah tahun 2015, namun kenagarian itu tidak bisa melaksanakan pilwana pada segera mungkin .kemungkinan hanya bisa melaksanakan pilwana pada Desember 2015 .Ke 13 nagari yang akan melaksanakan Pilwana pada Desember 2015 itu adalah Kenagarian Kambang Utara,Kambang Barat,Lakitan,Lakitan Selatan,Lakitan Timur,Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang, Nagari Punggasan, Pungasan Timur,Punggasan Utara,Padang XI Pungasan, Lagan Hilir Pungasan ,Lagan Mudik Pungasan Kecamatan Linggo Sari Baganti
#pesisirselatankab.go.id

Air Terjun "Pelangi" di Pelangai Pesisir Selatan

L-News

2014-01-25 00:11:13

Pesisir Selatan selain memiliki panorama bahari, juga memiliki sejumlah objek wisata alam menarik lainnya. Air Terjun Pelangai Gadang adalah salah satunya. Air terjun ini berada sekitar 10 Kilometer dari Balai Selasa, ibu kecamatan Ranah Pesisir. Tepatnya berada di hulu Nagari Pelangai. Keindahannya tidak kalah dari Air Terjun Bayang Sani yang sudah..

Rabu, 10 Desember 2014

Polres Pes Sel Tilang 218 Kendaraan Bermotor Dalam Operasi Zebra

L-News,..

Kepolisian Resor (Polres) Pesisir Selatan, menilang sebanyak 218 pengendara kendaraan bermotor selama operasi zebra berlangsung di kabupaten itu sejak 26 November 2014.
"Dalam operasi ini, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres setempat juga memberikan teguran lisan terhadap sekitar 315 pengendara di kabupaten ini, " kata Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Pesisir Selatan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yogi Febriansyah di Painan, kemaren.
Sekitar 152 pengendara yang mendapat tilang merupakan pengendara sepeda motor karena tidak memiliki perlengkapan helm saat mengendara sepeda motor di jalan raya.

 Sedangankan sisanya merupakan sepeda motor memakai knalpot keras suara, pengendara mobil angkutan umum dan barang yang tidak mengindahkan aturan berlalulintas seperti tidak melengkapi kendaraan yang dibawanya dengan berbagai perlengkapan berlalulintas seperti surat-surat (dokumen kendaraan), angkutan barang melebihi tonase (melebihi standar muatan), melanggar rambu-rambu lalulintas dan sebagainya.

Ia mengatakan, pada operasi tersebut, petugas kepolisian juga menyita barang bukti berupa surat izin mengemudi (SIM) pengendara dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang terbukti melakukan pelanggaran lalulintas.

Bagi pengendara yang mendapat tilang tersebut akan mengikuti persidangan sesuai jadwal yang telah ditentukan pada Desember ini. Dalam persidangan nanti, pengendara yang bersangkutan harus membawa bukti tilang ke pengadilan negeri.

"Sasaran utama kepolisian dalam operasi ini adalah pengendara kendaraan bermotor roda dua yang tidak menggunakan helm. Selain itu kelengkapan kendaraan seperti spion, knalpot dan surat menyurat kendaraan, " katanya. 

*pesisirselatan.go.id

Minggu, 03 Agustus 2014

Pasir Putih Kambang Mulai Abrasi

L-News
Batu krib di Pantai Pasir Putih Kambang belum mempan seratus persen menahan abrasi akibat amukan ombak yang cenderung besar beberapa waktu ini.
Bahkan, beberapa hari terakhir, pengikisan oleh air laut telah melampaui bangunan pengaman pan­tai. Tebing atau pinggir daratan jauh ketepi, sedangkan batu krib sudah agak ketengah.

kawasan yang terkena abrasi tersebut telah mengalami kerusakan hebat. Bahkan posisi tebing atau pinggir pantai berada di belakang batu krib, bila ditrik garis lurus dari batu krib ke utara maka kawa­san yang sudah terkikis itu tidak kurang dari 6 sampai 7 meter dibelakang garis lurus itu.

Selanjutnya abrasi telah merusak lahan dan nyaris meruntuhkan rumah. Keru­sakan lahan yang terjadi disana juga diikuti oleh tumbangnya tanaman kelapa dan tanaman lain­nya. Puluhan rumah dika­wasan itu terancam am­ruk. Beberapa rumah malah berada persis diping­gir pasir yang terkikis. Dapur warga bila ombak tinggi maka akan dimasuki air laut.

Darwin (40), Warga Pasir Putih Kambang menyebutkan abrasi tahun ini termasuk menimbulkan dampak hebat. Keberadaan batu krib hanya sedikit saja membantu untuk mengamankan kawasan itu dari abrasi. Batu krib yang dipasang di kawasan Pasir Putih Kambang adal yang memanjang menyisiri pan­tai ada pula yang menjorok ke dalam laut.

“Pantai yang dipasangi batu krib memanjang menyisiri pantai ombak mengikis pada bagian ujung dari batu krib. Sementara yang menjorok kelaut, pengikisan atau abrasi terjadi antara satu lajur batu krib dengan yang alinnya,” katanya menje­laskan.

Dikatakannya, bila pasang tiba warga yang rumahnya sudah tersentuh kikisan mengungsi keluar. Jika air pasang datang malam hari, maka mereka mengungsi kejalan hingga air pasang surut lagi,” katanya.

Ketua LSM Swara Pe­sisir Rizal Mala menye­butkan, ketika pembangu­nan batu krib ini berlang­sung dua tahun lalu, warga sebenarnya sudah merasa khawatir, soalnya dengan pemasangan seperti itu akan menimbulkan dampak dimana akan ada bagian bagian yang lowong akan dikikis air laut dengan kekuatan justeru lebih besar.

“Kami sudah menda­patkan analisa dampak pembangunan batu krib dari masyarakat. Lalu ketika itu melalui media massa kami mendesak pemerintah pembangunan batu krib itu perlu menam­bah bangunan pada titik titik yang bakal muncul menjadi tempat bencana baru,” katanya.
Disebutnya, tidak hanya di kawasan Pasir Putih, bahkan dibagian utara yakni Kampuang Lakuak dan Ujung Air semenjak ada bangunan krib air laut banyak menumpu ke kawa­san itu.

Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal menyebutkan, selain pasir Putih Kambang abrasi juga terjadi di tempat lain, misalnya di Sumedang, Muaro Jambu, Pantai Selayang Pandang Bayang, Pantai Api Api. Semuanya memang perlu pengamanan. Namun akibat keterbatasan anggaran pemerintah be­lumlah semuanya bisa teratasi dengan baik.

“Kusus di Pasir Putih Kambang, abrasi memang terjadi hampir setiap tahun. Untuk kejadian kali ini abrasi memang telah me­nun­jukkan dampak, namun dari sisi keamanan warga yang tinggal disana masih terbilang baik dari sejumlah tempat langganan abrasi,” katanya.
Dono Gusrizal mengim­bau, warga perlu waspada, artinya ketika gelombang pasang tinggi dan menim­bulkan abrasi warga mesti keluar rumah. “Jangan dipaksakan dalam rumah. Sebab tidak pula bisa diperkirakan apakah rumah bertahan dihantam ombak atau tidak,” katanya.
Diktakannya, hingga kini dirinya belum menda­pat laporan tentang berapa jumlah kerugian disana. “Tentu nanti ada laporan dari Walinagari setempat,” tutupnya

23 Orang Tewas di Sumbar AKIBAT KECELAKAAN SELAMA LEBARAN

L-News,..
Sela­ma masa Lebaran, sudah 23 orang yang tewas di Sumatera Barat akibat tenggelam dan kecelakaan lalu lintas. Korban tewas akibat tenggelam berjum­lah 9 orang terjadi di Pantai Padang, Padang Paria­man, Tanjung Mutiara  dan Danau Maninjau. Sementara korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas berjumlah 14 orang yang terjadi di wilayah Polresta Padang, Polres Payakumbuh, Polres Limapuluh Kota dan Polres Bukittinggi.

Korban hanyut saat bere­nang di Pantai Padang berjum­lah lima orang, tiga di antara­nya kemudian meninggal dunia dan dua peristiwa. Peristiwa terakhir terjadi Rabu (30/7). Tiga ga  orang hanyut saat berenang di kawasan Pantai Padang, satu di anta­ranya ditemukan dalam kea­daan meninggal, satu orang kritis dan satu orang lagi selamat.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pantai Padang dekat Muaro sekitar pukul 08.00 WIB. Tiga orang yang hanyut ini berasal dari Jambi yang sedang menikmati liburan di Padang. Mereka adalah Yogi (21) Darmayeni (45) dan Muhamad Faiz (7). Ketiga orang ini merupakan satu keluarga.
Kejadian berawal dari Muhamad Faiz yang berenang di pantai diseret oleh ombak ke tengah laut. Melihat anak­nya diseret ombak, Darmayeni dan Yogi yang merupakan orang tua dan kakak Faiz mencoba menolong Faiz. Na­mun karena ombak yang begitu deras membuat Darma­yeni dan Yogi juga ikut terseret ombak ke tengah laut.

Warga yang melihat menco­ba menolong keluarga yang hanyut tersebut dan menelpon tim Basarnas Kota Padang. Untuk menemukan tiga orang yang hanyut tersebut tim Basarnas yang dibantu warga hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk menemukan keluarga tersebut.

“Di antara tiga orang yang diseret ombak tersebut satu orang meninggal yaitu Yogi, satu orang kritis yaitu Faiz dan satu orang yang selamat yaitu ibunya Darmayeni. Untuk menemukan keluarga tersebut kita dibantu oleh masyaarakat sekitar.Setelah korban ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit,”ujar Kasi Operasional Basarnas Padang Juanda Sodo Rabu (29/7).

Sebelumnya,  orang terseret ombak juga terjadi di  kawasan Pantai Padang Purus. Di kawa­san ini yang hanyut adalah dua orang beradik kakak yaitu Reski (27) dan Dedi  (16). Kedua korban ini ditemukan dalam kondisi meninggal. Kedua korban meru­pakan warga Purus juga.

Kejadian berawal ketika Reski bersama adiknya Dedi berenang di Pantai Padang sekitar pukul 07.30 WIB. Reski dan Dedi yang tengah asyik berenang tidak menyadari telah sampai agak jauh ke tengah pantai berenang dan akhirnya kehilangan keseim­bangan.

Warga yang melihat mencoba untuk menolong kedua orang ini dan menelpon tim Basarnas. Tim Basarnas besarma warga kesuli­tan untuk menemukan kedua orang ini. Hal ini dikarenakan kondisi pantai banyaknya pemecah ombak dan jasad dari keduanya ada yang sampai masuk palung.
Jasad Reski baru bisa ditemu­kan pada pukul 12.30 WIB sekitar 100 meter dari bibir pantai. Sementara itu jasad dari Dedi baru bisa ditemukan pukul 16.00 WIB. Jasad Dedi ini ditemukan sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Korban Tanjung Mutiara
Ombak Besar di Pantai Banda Mutiara, Jorong Banda Gadang, Kecamatan Tanjung Mutiara menyeret tujuh orang pengujung yang sebagian besar terdiri dari anak-anak dan remaja, Kamis (31/7) sekitar 13.30 WIB.
Empat orang di antaranya selamat, dan tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan tewas dua jam kemudian, atau sekitar pukul, 15.30  WIB. Nyawa mereka tidak tertolong, diperki­rakan  meninggal akibat kekura­ngan oksigen sehingga lemas.
Korban berasal dari Pekan­baru, Riau dan Kabu­paten Pasaman Barat. Mereka diseret ombak ketika asyik bermain di tepi pantai bersama keluarga. Nasib malang tak bisa dielakkan saat pengunjung dikejutkan dengan kedatangan ombak besar.

Korban tewas adalah Putri (12), Andre (15) dan Zulkifli (40) ketiganya adalah warga Pekanbaru, Riau. Sementara korban selamat adalah, Dian Permata Fitri (10) dan Bagus Pratama (16) Warga Pekanbaru, Fitria Andayani (14) warga Plasma Lima Pasaman Barat, Mardila Syafinal (16) Warga Pasaman Barat. Sehari sebelum­nya Rabu (30/7) seorang remaja warga Muko-muko Kecamatan Tanjung Raya, Ilham (18)  juga tewas tenggelam di Danau Meninjau. Kepala Ke­polisian Resor Agam AKBP Asep Rus­wada me­nga­ta­kan, korban berhasil dite­mu­kan tidak jauh dari lokasi ke­jadian.
Ia menjelaskan, tujuh orang korban tersebut adalah satu orang keluarga. Korban sebagian besar adalah anak-anak.

Korban Pantai Padang Pariaman
Pesta Pantai di Pantai Arta Sungai Limau kabupaten Padang Pariaman, menelan korban. Korban Idik (17) warga Padang Mardani Mangopoh Kabuapten Agam tewas dibawa arus air laut saat mandi merayakan lebaran di Pantai Arta, Selasa (29/7).
Pada hari yang sama tiga orang bersaudara masing masing, Rendi (22), Deded Rinaldi (21), Serli (18) yang sedang mandi di Pantai Kentarok Nagari Malai V Suku Kecamatan Batang Gasan Padang Pariaman juga dibawa arus laut saat sedang mandi, seorang di antaranya juga tewas dibawa arus laut, sedang­kan dua saudaranya dapat menyelamatkan diri. Korban yang tewas yakni  Rendi (22).
Menurut saksi mata Rama (22) warga  Kentarok Malai V Suku Batang Gasan,  korban bersama dua orang adiknya sekitar pukul 8.30 mandi bersa­ma di laut di Pantai Kentarok. Belum lama mandi korban melihat salah seorang adiknya diseret air laut, korban langsung memberikan pertolongan menarik kedua adiknya ke pantai. Namun korban tidak dapat menye­lamatkan diri.
Tim SAR BPBD Padang Pariaman langsung memberikan bantuan dan mencari korban.

Kepala BPBD Padang Paria­man, Amiruddin  mengungkapkan, petugas Tim SAR dibantu pihak kepolisian Rabu (30/7) melanjutkan penca­rian kedua korban dengan menyi­siri pantai Kentarok hingga pantai Arta. Sekitar pukul 9.30 Tim SAR menemukan korban Rendi (22) sudah tidak bernyawa di pantai Paingan Nagari Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau yang berbatasan dengan pantai Kentarok.

Sementara itu pada waktu yang hampir bersamaan Tim SAR juga berhasil menemukan korban manyat Idik (17) yang tenggelam di Pantai Arta. Korban ditemukan tidak jauh dari tempat dia tenggelam.
“Dengan terjadinya kasus ini, pemerintah langsung melarang pengunjung pesta pantai mandi di sepanjang Pantai Padang Paria­man,” ujar kepala BPBD Amiruddin.

Lima Tewas di Padang
Selama arus mudik Leba­ran sejak H-7 hingga hari kelima Lebaran pada tanggal 31 Agustus 2014, jumlah kecelaka­an di Kota Padang sebanyak tujuh peristiwa. Dari jumlah tersebut tercatat korban meninggal lima orang, korban luka berat sembi­lan orang, korban luka ringan sebanyak enam orang.
“Kecelakaan paling dominan terjadi pada kendaraan roda dua. Data tersebut diperoleh dari H-7 hingga H+5,” kata Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Gatot Istanto melalui Kanit Lakalantas AKP Indra  kemarin (1/8).

Dikatakannya, ketujuh peris­tiwa kecelakaan tersebut terjadi di kawasan Panorama, Andalas, Bungus dan By Pass. Akibat kecelakaan lalu lintas itu, menimbul kerugian mencapai Rp62.500.000.
Kelima orang tewas tersebut, dijelaskan Indra, kecelakaan itu terjadi dua hari jelang Lebaran kemarin. Insiden pertama terjadi Jumat (25/7) sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Sitinjau Laut antara truk dan motor roda dua. Insiden menewaskan tiga pengen­dara motor. Sementara malamnya sekitar pukul 19.30 WIB insiden ke dua berlangsung di Jalan Anduring depan Restoran Mama. Akibatnya dua orang tewas, dan dua lainnya luka-luka.
Kecelakaan di Sitinjau terjadi berawal ketika Truk nopol BE 9145 AO datang dari arah Solok menuju Padang. Tiba di TKP truk mengalami kerusakan rem, sehingga menabrak dua motor dari arah berlawanan yang masing-masing dikendarai pasa­ngan suami istri yakni Achwandi (31) dan sang istri Ummul Aiman (25), warga Komplek Singgalang B1, Nomor 5 RT 4 RW IV, Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah.

Sementara korban ketiga yakni seorang mahasiswa asal Sijunjung, tepatnya di Jorong Mangkudo Kodok, Desa Limo Koto, Kecamatan Koto Tujuah. Ketiga korban sudah dibawa ke RSUP M. Djamil, Padang. Truk sendiri berhenti setelah sopir menabrakkan ke tebing sisi jalan, karena itu, ia mengalami cedera tulang di bagian pinggang.

Kemudian kecelakaan kedua terjadi di Jalan Anduring, insiden ini persis di depan Restoran Mama. Dua orang tewas, yakni pengendara motor dan penyebe­rang jalan, sementara luka-luka yakni pengendara motor lain. Korban tewas pengendara motor jenis Suzuki Satria FU bernama Dani Tanto (20), warga Pondok, Kecamatan Padang Selatan, sedangkan penyeberang jalan bernama Aswin (50), warga Sarang Gagak, Kecamatan Kuranji.

Payakumbuh dan Limapuluh Kota
Selama operasi ketupat dalam mengamankan Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah, dua kepolisian di wilayah hukum Kota Payakum­buh dan Kabupaten Limapuluh Kota mencatat, setidaknya 6 orang meninggal dunia akibat kecelakaan  lalu lintas.

Kecelakaan yang merenggut nyawa itu, terjadi semenjak 22 Juli lalu hingga arus balik Jumat (1/8) kemarin. Keenam yang mening­gal dunia tersebut, terdiri 2 dari wilayah hukum Polres Payakum­buh dan 4 dari wilayah hukum Polres Limapuluh Kota.

AKBP Rubintoro Suhada Kapolres Payakumbuh melalui Kepala Satuan Lalu Lintas Iptu Harry M Putra, Jumat (1/8) kemarin mengatakan, kecelakaan tersebut didominasi oleh kend­araan roda dua seperti yang terjadi pada Minggu (27/7) lalu di persim­pangan tiga kelurahan Sungai Durian, persisnya di perbatasan Kota Payakumbuh dan Kabupa­ten Limapuluh Kota. Kecelakaan naas  antara sepeda motor Kawasaki Ninja bernomor polisi BA 3248 MR  dengan sepeda motor Yamaha Vega .
Dari kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor tewas ketika hendak dilarikan ke rumah sakit Adnan WD Kota Paya­kumbuh. Yakni korban bernama Rafdinal (60) warga kelurahan Sungai Durian Keca­ma­tan Latina, Kota Payakumbuh.

Dihari yang sama, kecelakaan  juga terjadi di Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Utara antara   sesama sepeda motor Yamaha Beat nomor polisi  BA 2476 ME dengan nomor polisi BM 4860 EX. Akibatnya, salah seorang pengendara sepeda motor tersebut tewas.
Begitu pun di Kabupaten Limapuluh Kota, di ruas jalan nasional penghubung Sumbar-Riau, setidaknya dari 10 terjadi kecelakaan 4 orang di antaranya meninggal dunia. Tak hanya itu, 6 orang luka berat dan 23 orang luka ringan akibat kecelakaan selam arus mudiak dan arus hingga Jumat (1/8) kemarin.

“Dari 10  kali kasus kecela­kaan selama operasi ketupas, setidaknya 4 orang meninggal dunia. Terakhir terjadi pada Jumat dini hari, satu unit bus nyaris masuk jurang dan satu penumpang tewas di lokasi kejasian,” ungkap AKBP Tri Wahyudi Kapolres Limapuluh Kota.
Kecelakaan Bus PO  Beringin Sakti bemua­tan 16 penumpang dengan jurusan Siak- Bukittinggi itu, melaju dari arah Pekanbaru menuju Sumbar. Diduga, kecela­kaan disebabkan  supir bus yang mengantuk dan akhirnya bus nyaris masuk jurang di pintu masuk Fly Over Kelok Sambilan.
Kecelakaan bus dengan nomor polisi BM 7491 FU itu menye­babkan penumpang  bernama Darnalis (65) warga Padang Lua, Kabupaten Tanah Datar tewas setelah terjepit akibat suasana panik penumpang ketika bus mulai tak stabil melaju. Kapolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi menghimbau kepala masyarakat pengguna ruas jalan nasional Sumbar-Riau agar berhati-hati, terutama pada malam hari.

3 Tewas di Bukittinggi
Selama Operasi Ketupat yang dimulai dari tanggal 21 Juli 2014 hingga Jumat 1 Agustus 2014  telah terjadi sembilan kasus laka lantas di wilayah hukum Polres Bukittiggi, yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Tiga korban di antaranya meninggal dunia, dan salah seorang adalah pejalan kaki yang tewas ditabrak sepeda motor.
Kasat Lantas Polres Bukit­tinggi AKP M. Sajarod Zakun memastikan bahwa tiga korban yang meninggal dunia itu bukanlah pemudik, tapi meru­pakan warga Bukittinggi dan sekitarnya yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas mudik ataupun arus balik.

“Mereka meninggal dunia tidak di jalan utama dan tidak ada hubugannya dengan aktivitas mudik maupun arus balik,” tegas M.Sajarod Zakun, Jumat (1/8).
Selain tiga korban yang me­ninggal dunia itu, satu korban mengalami luka berat, dan 13 korban mengalami luka ringan. 

sumber:harianhaluan.com

Jumat, 06 Juni 2014

Warga 6 Kecamatan Mendapatkan Bantuan Itik

L-News,...
Pemda Pessel melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura,Peternakan dan Perkebunan Pessel memberikan bantuan 9000 ekor itik peliharaan kepada 90 Kepala Keluarga (KK) dari kalangan masyarakat  yang tergolong kurang mampu  di 6 kecamatan di Pessel,

Bantuan itik lokal tersebut dimaksud untuk  mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sedangkan itik yang diserahkan tersebut usia 4 bulan sampai 5 bulan jenis betina yang didatangkan dari Payakumbuh dan Lubuk Alung , setiap Kepala Keluarga  mendapatkan  100 ekor itik   untuk dikembangkan menjadi itik petelur

Ke 6 kecamatan yang mendapat bantuan itik tersebut yaitu, kecamatan Koto XI Tarusan,Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, kecamatan Sutera dan kecamatahn Ranah Pesisir, para penerima bantuan diambil dari data best  keluarga miskin, kemudian  berkoordinasi  dengan wali nagari  untuk menentukan  calon yang berhak menerima bantuan tersebut

Rabu, 16 April 2014

Kabupaten Pesisir Selatan Memperingati Hari Jadi Yang Ke 66 Hari Ini

L-News,..

Painan, April 2014
Kabupaten Pesisir Selatan melaksanakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pesisir Selatan yang ke 66 di tahun 2014, tepatnya pagi hari ini Selasa 15 April 2014.
Peringatan ini dilaksanakan di Gedung Zaini Zein dalam acara Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pesisir Selatan ke 66 (15 April 1948 s/d 15 April 2014). 

Acara ini di hadiri secara langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno beserta staf dan pengikut, Pimpinan Daerah Kabupaten / Kota se-Sumatera Barat atau yang mewakili, Anggota DPRD Kab. Pessel, Muspida, Muspika, Wali Nagari dan Bamus Kab. Pessel, dan pejabat-pejabat kabupaten Pessel.
Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Pessel dibuka oleh Ketua DPRD Kab. Pessel Mardinas N Syair yang di dampingi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno,Bupati dan Wakil Bupati Pesel Nasrul Abit dan Editiawarman, serta wakil ketua DPRD Iswandi latief dan Erman Bahktiar.

Dalam memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Pessel yang ke 66, Pemerintah Kab. Pessel juga mengadakan Festival Langkisau yang diadakan mulai hari ini (15/4) sampai tanggal 27 April 2014 yang dilaksanakan di Pantai Carocok Painan.(01) 

Sabtu, 01 Februari 2014

Ini Pengakuan Penumpang yang Selamat dari Kebakaran Maut Bus Family Raya

L-News 


Kebakaran yang menimpa bus Family Raya jurusan Jambi-Padang di KM 148, Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung sekitar pukul 01.30 WIB, Jumat (31/1), diduga karena konsleting. Pasalnya, percikan api timbul pertama kali dari arah bawah tepat di belakang kursi sang supir bus.



Salah seorang penumpang selamat, Wandi, menuturkan saat baru berjalan dari Bangko, para penumpang telah mencium bau seperti kabel terbakar dari arah belakang supir tersebut.



“Hampir seluruh penumpang mencium bau kabel terbakar saat baru jalan dari Bangko pak, tapi supir malah bilang tak apa-apa, ya, kami pun diam saja,” katanya di IGD Rumah Sakit M. Djamil kota Padang.



Menurut pengakuannya, sejumlah penumpang telah mengingatkan supir agar memeriksanya, tetapi supir justru menganggap itu hal yang biasa. “Kita sudah ingatkan pak, tapi dia biasa saja,” jelasnya.



Sesampainya di kawasan Kamang Baru, Sijunjung, tiba-tiba timbul percikan api yang cepat membesar dari arah bawah kursi sang supir. Salah seorang supir sempat mencoba memadamkannya menggunakan sebotol air mineral.



Sontak, seluruh penumpang pun langsung kaget, dan mencoba menyelamatkan diri dari kobaran api yang diketahui menjalar sangat cepat tersebut.



“Semuanya habis pak, barang saya semua ludes terbakar. Hanya tinggal pakaian yang saya pakai ini,” pungkasnya.

Berkat Melompat, Dosen Ini pun Selamat

L-News.
Seorang dosen yang mengajar di STKIP YPM Bangko, Murniati (38) juga menjadi korban dari kebakaran maut Family Raya Jambi-Padang di Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung, sekitar pukul 01.30 WIB, Jumat (31/1).




Murniati menuturkan, kejadian itu bermula saat ada asap tebal dari arah belakang supir, hanya selang beberapa detik, api itu pun langsung membesar, dan membuat asap hitam yang tebal.




“Waktu pertama kali ada percikan api, bus langsung berhenti di tepi jalan. Tapi, saya lihat arah ke depan api sudah membesar hingga menimbulkan asap hitam tebal,” katanya di RS Ibnu Sina kota Padang.


Menurut pengakuannya, dirinya dapat selamat berkat melompat dari jendela bus yang telah dipecahkan oleh penumpang lain. “Ada seseorang yang pecahkan kaca karena sangat paniknya, dan saya melompat dari sana, hingga membuat kaki kiri saya terasa patah, dan muka terkena kobaran api,” jelasnya.







Murniati sendiri dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi kota Padang karena mendapatkan luka serius berupa lecet kaki kanan, retak tulang kaki kiri, dan luka bakar pipi sebelah kanan.

Didominasi Mahasiswa, 9 Orang Hangus Terpanggang dalam Bus yang Terbakar

L-News,
Sebuah bus Family Raya jurusan Jambi-Padang hangus terbakar di KM 148, Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung, Jumat (31/1) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.
Bus ini berpenumpang 42 orang, dan dikabarkan sebanyak sembilan orang ditemukan tewas hangus terbakar. Kesembilan korban saat ini tengah dilakukan identifikasi oleh tim DVI Kepolisian RSUD Sijunjung.

Korban didominasi oleh mahasiswa. Korban yang ditemukan kebanyakan hanya tinggal tulang belulang saja.

Belum dipastikan penyebab meledaknya bus Family Raya tersebut. “Ada sembilan orang yang tewas, korban sendiri kebanyakan mahasiswa. Korban yang ditemukan kebanyakan hanya tinggal tulang belulang saja karena api yang membakar cepat dalam bus,” kata Kalaksa BPBD Sijunjung via seluler.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa memiliki keluarga sebagai penumpang bus harap menghubungi BPBD Sijunjung guna mempermudah identifikasi korban.

Kamis, 02 Januari 2014

Embung Teratak Paneh Potensi Baru Pariwisata PesSel

L-News

Teratak Paneh adalah Kampung di Amping Parak Timur Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan. Akses sangat mudah. Kawasan ini bisa dijangkau siapapun dari simpang Amping Parak, jaraknya kira kira 10 kilo meter dari jalan nasional. Di kawasan ini telah dibangun sebuah embung tempat penyimpanan air dengan total dana yang tersedot sekitar Rp15 milyar. Embung ini didesain sangat kuat untuk mengungkung jutaan kubik air.
Panjang kawasan yang akan dijadikan tempat penampungan air dari bangunan penahan air, sekitar 2 kilometer arah hulu dengan lebar sekitar 200 meter. Pasokan air berasal dari hulu Batang Amping Parak. Konstruksi bangunan penahan air terlihat kokoh. Kini guna mengungkung air, pemerintah sedang dalam proses negosiasi dengan pemilik lahan yang akan digenangi air.

Bila proses proses itu selesai, maka Embung Teratak Paneh akan menjelma sebagai sebuah danau yang pada awalnya didesain untuk penyimpanan air bagi keperluan pengairan dan sebagainya. Namun, sebagai mana kebiasaan masyarakat, bila ada pembangunan seperti itu, biasanya akan berkembang menjadi kawasan objek wisata. Hal ini tidak satu dua lagi, misalnya Palo Banda Koto Kandih, Lubuak Aguang dan berbagai objek lainnya.

Embung Teratak Paneh memiliki kelebihan dari kebanyakan palo banda lainnya. Di Koto Kandis misanya, Palo Banda hanya menawarkan air yang setengah terkungkung, namun saban waktu tetap dikunjungi. Apalagi Embung Teratak Paneh, daya tarik yang akan ditampilkan jauh lebih hebat. Air dikungkung denga kedalaman sekitar 50 meter dan luasnya seperti danau. Tentu ini akan menjadi daya tari tersendiri.
Dengan daya tarik seperti itu, Embung Teratak Paneh bila telah siap seratus persen pembangunannya, kelak akan berkembang menjadi tujuan wisata utama di kawasan sekitar. Kini saja, setiap Minggu, bahkan hampir setiap hari selalu saja ada pengunjung yang datang kekawasan tersebut. Baik untuk tujuan rekreasi maupun untuk sekedar mancing atau mandi.

Sejumlah pemilik modal telah berencana mengembangkan kawasan ini menjadi objek wisata handal. Pengembang berencana, Embung Teratak Paneh akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan daya tarik embung. Bahkan disini rencananya akan ada kapal atau perahu dan sejenisnya. Kapal akan berfungsi ganda, pertama untuk transportasi menuju hulu, kemudian sebagai sarana jalan jalan untuk mengitari kawasan embung yang berlekuk dan menawarkan keasrian rimba Teratak Paneh.Kawasan ini selain berpotensi dikembangkan sebagai pariwisata air, maka dengan letaknya yang dekat diperbukitan tidak tertutup kemungkinan bisa dijadikan sebagai lokasi camping, kegiatan kegiatan alam lainnya. Yang pasti, keindahan Embung Teratak Paneh akan menjelma menjadi objek wisata paling menarik di Pesisir Selatan. Terutama bagi mereka yang telah bosan dengan suasana pantai, atau bagi mereka yang membutuhakan refresing ke daerah segar dan jauh dari polusi. Singkat kata, untuk menjadi objek handal, pemerintah setempat perlu membuat aturan dan mengundang pemilik modal untuk mau berinvestasi. Multi GunaMeski embung Teratak Paneh bakal berkembang menjadi objek wisata favorit fungsi utamanya tetap tidak akan dipinggirkan. Bahkan fungsi utamanya adalah menyediakan air untuk pengairan 5.000 hektare keatas.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas PSDA Yusdi , menyebutkan, embung didesain sedemikian rupa sehingga memiliki daya tampung untuk selanjutnya bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat petani di sana. adi silahkan dikembangkan untuk objek wisata, akan tetapi jangan pinggirkan fungsi sebagai penyimpanan air.

Menurutnya, sesuai dengan perencanaan air yang akan terkungkung dalam embung sampai dua kilo meter arah kehulu. Jadi itulah persediaan air petani. Setelah sejumlah bangunan utama tempat air menggenang selelsai tahun lalu maka tahun ini targetnya adalah penyelesaian saluran irigasi.(Penulis Berdomisili di Depan Masjid Nurul Huda Pasar Ampiang Parak, Kec Sutera Pessel)

Minggu, 08 Desember 2013

APBD Pessel 2014 Meningkat Dari 2013

L-News,........

Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2014 Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) meningkat menjadi Rp1.102.123.699.526 dari Rp1.002.587.043.927 pada tahun 2013.
Bupati Pessel Nasrul Abit di Painan, kemarin, mengatakan meskidemikian, kenaikan dana alokasi umum (DAU) yang hanya sebesar 9,2 persen justru tidak mencukupi untuk menutupi kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) yang ada yakni sebesar enam persen dan laju inflasi tujuh persen.

"Secara nominal peningkatan DAU tahun 2014 memang ada, namun setelah dihitung, kenaikan gaji dan angka inflasi dibanding tahun 2013 justru terjadi penurunan harga riil, " katanya.
Kenaikan anggaran terbesar terjadi pada belanja tidak langsung yakni sebesar Rp87,464 miliar sementara kenaikan Belanja Langsung hanya bertambah sebesar Rp9,015 miliar. Sedangkan belanja tidak langsung atau belanja pegawai menyedot anggaran sebesar 62 persen dari total APBD tahun 2014.
Anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp692,759 miliar tersebut sebutnya, sudah termasuk gaji dan tunjangan PNS, gaji dan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten setempat, kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Tidak saja itu didalamnya juga termasuk tambahan penghasilan PNS, tunjangan sertifikasi guru, dan termasuk gaji pegawai lainnya sebesar 2,5 persen, rencana kenaikan gaji PNS enam persen.
Selain itu perkiraan gaji calon pegawai negeri sipil (CPNS) kategori II sebanyak 700 orang dan kategori I sebanyak 40 orang untuk kenaikan gaji 100 persen.
Belanja langsung akan digunakan untuk membiayai 26 urusan wajib, delapan urusan pilihan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 dan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Untuk menyiasati minimnya anggaran tersebut, maka sejumlah anggaran akan dipangkas, terutama anggaran yang menampung belanja aparatur seperti honorarium dan belanja perjalanan dinas.
"Sejumlah honorarium dan belanja perjalanan dinas nantinya akan ditelusuri lebih teliti, mana yang tidak efesien akan dipangkas termasuk belanja untuk keperluan rental kendaraan yang dianggap juga kurang efektif, " ujarnya.

Sabtu, 02 November 2013

Bupati Pessel : Pejabat Wajib Sarjana

L-News,....
Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit memaparkan upaya pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas pejabat daerah dengan menaikan kualifikasi PNS yang akan mengemban jabatan. Seorang pejabat eselon wajib bergelar sarjana.

"Pejabat yang akan mengemban tugas-tugas yang kian komplek dan berat perlu memiliki SDM yang berkualitas, pengalaman saja tidak cukup"jelas Bupati saat arahan pada pelantikan pejabat eselon II, III dan IV dilingkungan pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu, 30/10.
Menurut Nasrul Abit konsep pangkat, jabatan dan masa dinas, latihan serta pengalaman tidak mutlak jadi patokan.
 

"Dulu PAJAMALAPU jadi pedoman untuk pengisian jabatan, kini tidak lagi kaku seperti dulu, bisa saja PNS yunior yang muncul memegang jabatan karena lebih mampu dan memiliki kualitas SDM yang memadai" katanya.

Bahkan pemerintah daerah menurut Nasrul Abit terus memberikan kemudahan kepada para PNS yang akan melanjutkan sekolah. Kesempatan itu dibuka sangat luas, sehingga PNS perlu memanfaatkannya dengan baik.
 

"Setiap izin dan tugas belajar yang masuk ke saya pasti saya tandatangani, sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang ada "ingatnya lagi.
Saat ini jumlah PNS kabupaten Pesisir Selatan mencapai 8.635 orang. Sebagian besar belum sarjana. 223 orang sudah berkualifikasi strata dua. Sementara ratusan PNS sedang mengikuti tugas belajar dan izin belajar disejumlah perguruan tinggi.

Namun, menurutnya PNS juga diingatkan untuk tidak sembarangan memilih bidang studi dan perguruan tinggi yang ada, karena perlu meneliti akreditasi perguruan tinggi dan program studi bersangkutan.
Sementara itu sejumlah pejabat menempati pos baru, seperti Zulfian Aprianto menjadi Sekretaris Dewan menggantikan Syahridal. Jabatan kabag keuangan yang ditinggalkan Zulfian diisi oleh Pon Idris sebelumnya Irban di Inspektorat Kabupaten. Irban yang kemudian ditempati oleh Sudarwin yang promosi dari Bappeda. Jabatan Sudarwin belum diisi. Sementara itu sejumlah pejabat eselon IV turut dilantik.

Sepulang Dari Amerika Bupati NA Adakan Konfrensi Pers

L-News,....
Sepulang dari Amerika Serikat mengikuti studi singkatnya di Harvard University Bupati Nasrul Abit menggelar pertemuan dengan wartawan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab itu berlangsung hampir dua jam. Bupati mengisahkan tentang pengalamannya mengikuti pendidikan kepemimpinan, walau singkat bupati sangat terkesan bahkan pengalaman itu membuatnya merasa perlu menularkan kepada para staf.

"Saya merasa beruntung mengikuti pendidikan di Harvard sebuah universitas terkemuka di dunia, saya tidak pernah membayangkan sepicingpun, tapi ini kenyataan, saya terpilih menjadi 20 orang yang mendapat kesempatan langka itu" kata Nasrul mengawali pertemuan.

Nasrul Abit menceritakan bagaimana budaya Amerika yang sangat disiplin membentuk masyarakatnya sedemikian rupa sehingga menjadi masyarakat yang efesien dan menghargai waktu. "Masyarakatnya sangat individualistis, santun dan menghargai privasi" tukuknya.

Harga pendidikan di Harvard menurut Nasrul Abit memang sangat mahal, namun kualitas lulusannya menjadi garansi, karenanya tidak banyak anak Indonesia yang mampu sekolah disana. "Program Sarjana biayanya 75.000 dollar US, setara dengan Rp750 juta, selain pintar ke Harvard juga perlu pundi-pundi yang banyak" ujarnya mencontohkan.

Namun, Nasrul Abit memetik beberapa pelajaran penting jika dikaitkan dengan tugas-tugas pemerintahan di daerah. Salah satunya setiap pemimpin terutama kepala SKPD wajib mengetahui persoalan-persoalan yang ada dilingkupnya. Persoalan tersebut wajib dicarikan solusi. "Saya sudah perintahkan kepala SKPD untuk menginventarisir sepuluh masalah urgen, disertai alternatif solusi dan kemudian akan direkap untuk dibahas bersama"jelasnya lagi.

Pertemuan pers dihadiri sejumlah wartawan baik harian maupun mingguan. Sejumlah wartawan senior terlihat hadir, seperti Syafran Tamsa dari Koran Padang, Marlison Harian Singgalang, Yoni Syafrizal Harian Padang Ekspres dan    M Joni dari Haluan.

Persiapan Ujian CPNS PesSel Kategori II Dimatangkan

L-News,........
Jadwal ujian CPNS di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berlangsung 3 November. Berbagai persiapan pun dilakukan panitia agar ujian berjalan lancar.

Namun di tengah-tengah persiapan tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pessel memastikan 13 tenaga honorer kategori dua (K2), tidak ikut seleksi CPNS 2013, karena tidak mendaftar dan mengambil nomor ujian. Dengan begitu, jumlah peserta CPNS K2 menjadi 1.595 orang.

Rencananya, ujian digelar di SMAN 1 Painan, SMAN 2 Painan, SMKN 1 Painan, SMKN 2 Painan dan SDBN 23 Painan.

Kepala BKD Pessel Naswir mengatakan, tes meliputi dua kategori, yakni tes kemampuan dasar (TKD) dimulai pukul 08-11.00 WIB dan tes kemampuan bidang (TKB) pukul 13.00 WIB hingga selesai. Pengawas melibatkan guru masing-masing sekolah, anggota kepolisian dan Satpol PP.

Usai tes, seluruh lembar jawaban diserahkan ke tim nasional. Hasilnya diumumkan awal Desember 2013.Bagi peserta yang dinyatakan lulus, maka dilakukan pemberkasan administrasi. Jika dalam pemberkasan ada persyaratan tidak sesuai peraturan, maka bisa gagal menjadi CPNS. Pemkab Pessel dalam hal ini hanya sebagai fasilitator, pelaksanaan dan pembiayaan berasal dari pemerintah pusat. Makanya tidak ada celah bagi oknum tertu untuk bermain atau memberi iming-iming lulus kepada peserta, jelasnya.

Harga Cabe di Pesisir Selatan Tembus Rp 60 Ribu

L-News,........
Harga cabai di Pesisir Selatan masih bertahan pada Rp 60 ribu per kg selama musim hujan sejak September 2013 hingga sekarang. Akibat kemahalan ini karena banyak petani di Solok, petani mengalami gagal panen, sehingga pasokan cabai ke Pessel juga berkurang.

Diperkirakan harga cabai akan turun pada akhir tahun ini dengan curah hujan mulai reda. Biasanya akhir tahun harga cabai terus melonjak tajam, namun pada awal tahun akan turun kembali, sebut seorang pedagang cabe sukirman di Pasar Painan Jumat (1/11) kemarin .

Menurutnya musim hujan yang terjadi di Solok Selatan mempengaruhi hasil panen cabe, dengan cuaca buruk mengakibatkan cabe membusuk. Bahkan buah cabe keriting, sehingga terjadinya gagal panen.

Senada disampaikan Erni, 36, pedagang cabe mengatakan bahwa dia sulit mendapatkan pasokan cabe, karena petani yang biasa mengantarkan cabe untuknya sudah gagal panen. Meskipun ada hanya sedikit jumlahnya, kalau biasannya dua hingga tiga karung atau ratusan kilogram,sebutny.

Kamis, 03 Oktober 2013

Hari Kesaktian Pancasila Diperingati Di Pessel

L-News.........

Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Jajaran Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Pessel, menggelar upacara bendera, Selasa (1/10). Upacara yang dilaksanakan di lapangan Kantor Bupati dihadiri Wakil Bupati Editiawarman, sejumlah pejabat dan Anggota DPRD.

Wabup dalam amanatnya mengatakan di tahun 2013 ini, tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah mewujudkan nilai-nilai Pancasila sebagai kepribadian bangsa, makna yang ingin dikedepankan adalah bagaimana memperkokoh Pancasila sebagai sumber nilai jati diri bangsa dan sebagai fondasi sekaligus acuan dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera bersama tiga pilar dan konsensus nasional yaitu UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Pancasila adalah hasil perumusan dari konsesus nasional yang secara konstitusional dan moral mengikat setiap insan Indonesia dan dalam era globalisasi cenderung yang menguat adalah nilai-nilai lintas batas antar bangsa baik secara georafis, demografis maupun psikografis dan dalam catatan sejarah, hanya bangsa yang memiliki ideologi yang kuat yang mampu bertahan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur memiliki Pancasila yang membuat kita mampu menjaga jati diri bangsa, ujarnya


Lanjutnya, tantangan sekarang ini adalah bagaimana mampu mempertahankan nilai-nilai pancasila sesuai dengan konteks dan perkembangan zaman.

Ini penting, agar nilai-nilai Pancasila dapat ditumbuhkembangkan untuk menjawab tantangan zaman. Pendidikan merupakan sistem yang bisa melakukannya secara efektif, karena melalui sistem pendidikan, penggalian, penanaman dan pengembangan nilai Pancasila dapat dilakukan secara sistematik, sistematika dan secara massif, ungkapnya.

Jelang Idul Adha, Harga Sembako di Pessel Mulai Naik

L-News.........

Walaupun Hari Raya Idhul Adha masih beberapa hari lagi, namun beberapa harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, telur dan cabe merah mulai mengalami kenaikan. Kenaikan berkisar antara Rp 2.000 sampai Rp 10.000,- dari harga normal.

Harga cabe merah yang biasanya bisa diperoleh Rp24.000 hingga 30.000 per kilogram, saat ini sudah tidak bisa dibeli dengan harga tersebut. Karena, harganya telah mengalami kenaikan menjadi Rp 38.000 per kg. Begitu juga dengan gula pasir dan telur.

Salah seorang pedagang cabe yang ditemui di pasar tradisional Koto XI Tarusan Nurneli mengungkapkan stok cabe mulai mengalami kekurangan. Karena itu, harga cabe sedikit melonjak dari harga bisanya. Saat ini, kita susah untuk mendapatkan cabe merah karena stok yang didapat sedikit. Biasanya tiap menjelang masuknya hari raya, kondisi seperti ini kerap terjadi. Apalagi, cuaca kurang bagus saat ini bisa saja berimbas pada tanaman cabe para petani, jelasnya.

Usni salah seorang ibu rumah tangga di Nanggalo mengungkapkan kenaikan harga cabe berimbas pada perekonomian keluarganya. Ia mengaku biasanya selalu menyediakan sedikitnya satu kilogram cabe merah untuk kebutuhan dapur dengan jangka waktu dua hari. Namun, karena harga cabe saat ini naik, ia menyiasatinya dengan cara membeli sekedar keperluan saja.

Saat ini saya hanya membeli sekedar kebutuhan untuk hari ini saja. Karena, untuk membeli satu kilo uangnya sudah tidak cukup. Apalagi biasanya harga tersebut akan terus naik menjelang hari raya datang, jelasnya.
Dari Pantauan di beberapa pasar tradisional di Pasar Pasar Baru ,dan Painan juga ditemukan tidak banyaknya tersedia stok cabe yang banyak, dan beberapa jenis sayuran lainnya juga mengalami peningkatan, kendati tidak terlalu besar terjadi peningkatannya seperti bawang merah yang biasanya harganya sekitar Rp 4 ribu sekarang naik menjadi Rp 6 ribu.

Selasa, 01 Oktober 2013

Kisah Tragis Jhon Kenedi, Pertama Kali Melaut Berakhir Maut

L-News,...

Mujur tak dapat diraih malang tak bisa ditolak. Setelah 12 hari melaut kapal merapat di mulut muara Batang Lengayang. Kegembiraan Jhon Kenedi dan kawan-kawan menyeruak, terbayang keluarga anak dan istri dirumah, terbayang sambutan hangat. Namun tak disangka-sangka, kapal tiba-tiba dihempas terjangan badai. Jhon Kenedi dan seorang ABK terlempar kelaut.

Pria 36 tahun tersebut lenyap ditelan ombak. Berita hilangnya Jhon cepat menyebar hingga ke Painan. Tim BPBD Kabupaten Pesisir Selatan di Komandoi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Hamdi segera menyisir lokasi.

Namun, sejak dinyatakan hilang Kamis pagi, sosok Jhon tidak kunjung ditemukan. Ketika hari hampir gelap Kamis senja, petugas menghentikan upaya pencarian untuk dilanjutkan esok.

Pagipun datang, petugas dan masyarakat bahu membahu dengan antusias segera mungkin menemukan pria beranak tiga itu.
Hingga siang tidak ada tanda-tanda keberadaan korban. Lokasi kejadian disesaki warga yang turut meyaksikan upaya pencarian.

Camat Lengayang, Yesfi Nawiarsih , Kapolsek Lengayang, AKP Afnizen serta Sejumlah anggota TNI/Polri tidak beranjak dari lokasi hingga sore. Upaya pencarian baru berbuah hasil, ketika petugas menemukan sesosok tubuh mengambang ditengah laut sejauh 200 meter dari pintu muara.

Jasad itu akhirnya dievakuasi oleh Tim SAR dan segera diangkut menuju Puskesmas Lengayang untuk keperluan outopsi.

Kisah Jhon Kenedi berakhir maut. Menurut penuturan rekan-rekan Jhon baru pertama kali melaut. Sebelumnya dia menjual es keliling. Namun entah apa yang membuat hatinya tergerak untuk ikut melaut.

Anak dan istri Jhon hanya bisa pasrah pada kenyataan nasib. Musibah itu merenggut asa. Rasa rindu hendak bersua dengan Orang tercinta berakhir sudah. Yang kembali hanya jasad. Tubuh kaku Jhon diratapi oleh anak-anaknya yang masih kecil. Sulung baru duduk dibangku SMP sementara bungsu belum lagi sekolah.

Ratapan istri Jhon sayup-sayup terdengar. Mewakili kisahnya seperti yang dilantunkan oleh penyanyi Minang, Yeni Puspita "Uda kanduang oi nan turuik sato, hilang dilawik, tiado barito, kok karam dima pusaro kok hilang dima barito, ondeh la malang uda kanduang ei"

Rabu, 07 Agustus 2013

Lengayang Bertakbir, Menyambut Hari Kemenangan

L-News,.........

Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...
Laa Ilaha Illallohu Allohu Akbar...
Allahu Akbar Walillahilhamd...

Allahu Akbar Kabiro, Walhamdulillahi Katsiro...
Wasubhanallohi Bukrotaw Wa`ashila...
Laa ilaha Illallohu Wala Na`budu Illa Iyyahu ...
Muhlishina Lahuddin, Walaw Karihal Kafirun...
Laa ilahaillahu Wahdah, Shodaqo Wa'dah...
Wanashoro `abdah, Wa`a`aza Jundahu
Wahazamal Ahzaba Wahdah...
Laa ilaha Illallohu Wallohu Akbar...
Allahu Akbar Walillahilhamd...


Kumandang Takbir berkumandang di seluruh pelosok-pelosok di Lengayang untuk menyambut hari kemenangan Hari Raya Idul Fitri, di Masjid-masjid, di jalan-jalan, bahkan ada dengan berkendaraan bersama-sama bersuka cita.

Hampir di seluruh Nagari-nagari di Lengayang, pantauan Tim L-News malam ini mulai dari Pasar Kambang, Pasir Putih, Padang Panjang, Nyiur Gading, Koto Baru, Tampunik, Lakitan serentak Bertakbir...

Sesuai dengan keputusan Pemerintah RI bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal jatuh pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2013, seluruh umat Muslim akan Sholat Id pada esok nya..

Dan kami segenap Team Lengayang News (L-News) Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri , Mohon Maaf Lahir Batin...

@DevidSepriman
*dinda*

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More