Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Lengayang News

Media Online Republik Lengayang.

Minggu, 03 Agustus 2014

Pasir Putih Kambang Mulai Abrasi

L-News
Batu krib di Pantai Pasir Putih Kambang belum mempan seratus persen menahan abrasi akibat amukan ombak yang cenderung besar beberapa waktu ini.
Bahkan, beberapa hari terakhir, pengikisan oleh air laut telah melampaui bangunan pengaman pan­tai. Tebing atau pinggir daratan jauh ketepi, sedangkan batu krib sudah agak ketengah.

kawasan yang terkena abrasi tersebut telah mengalami kerusakan hebat. Bahkan posisi tebing atau pinggir pantai berada di belakang batu krib, bila ditrik garis lurus dari batu krib ke utara maka kawa­san yang sudah terkikis itu tidak kurang dari 6 sampai 7 meter dibelakang garis lurus itu.

Selanjutnya abrasi telah merusak lahan dan nyaris meruntuhkan rumah. Keru­sakan lahan yang terjadi disana juga diikuti oleh tumbangnya tanaman kelapa dan tanaman lain­nya. Puluhan rumah dika­wasan itu terancam am­ruk. Beberapa rumah malah berada persis diping­gir pasir yang terkikis. Dapur warga bila ombak tinggi maka akan dimasuki air laut.

Darwin (40), Warga Pasir Putih Kambang menyebutkan abrasi tahun ini termasuk menimbulkan dampak hebat. Keberadaan batu krib hanya sedikit saja membantu untuk mengamankan kawasan itu dari abrasi. Batu krib yang dipasang di kawasan Pasir Putih Kambang adal yang memanjang menyisiri pan­tai ada pula yang menjorok ke dalam laut.

“Pantai yang dipasangi batu krib memanjang menyisiri pantai ombak mengikis pada bagian ujung dari batu krib. Sementara yang menjorok kelaut, pengikisan atau abrasi terjadi antara satu lajur batu krib dengan yang alinnya,” katanya menje­laskan.

Dikatakannya, bila pasang tiba warga yang rumahnya sudah tersentuh kikisan mengungsi keluar. Jika air pasang datang malam hari, maka mereka mengungsi kejalan hingga air pasang surut lagi,” katanya.

Ketua LSM Swara Pe­sisir Rizal Mala menye­butkan, ketika pembangu­nan batu krib ini berlang­sung dua tahun lalu, warga sebenarnya sudah merasa khawatir, soalnya dengan pemasangan seperti itu akan menimbulkan dampak dimana akan ada bagian bagian yang lowong akan dikikis air laut dengan kekuatan justeru lebih besar.

“Kami sudah menda­patkan analisa dampak pembangunan batu krib dari masyarakat. Lalu ketika itu melalui media massa kami mendesak pemerintah pembangunan batu krib itu perlu menam­bah bangunan pada titik titik yang bakal muncul menjadi tempat bencana baru,” katanya.
Disebutnya, tidak hanya di kawasan Pasir Putih, bahkan dibagian utara yakni Kampuang Lakuak dan Ujung Air semenjak ada bangunan krib air laut banyak menumpu ke kawa­san itu.

Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal menyebutkan, selain pasir Putih Kambang abrasi juga terjadi di tempat lain, misalnya di Sumedang, Muaro Jambu, Pantai Selayang Pandang Bayang, Pantai Api Api. Semuanya memang perlu pengamanan. Namun akibat keterbatasan anggaran pemerintah be­lumlah semuanya bisa teratasi dengan baik.

“Kusus di Pasir Putih Kambang, abrasi memang terjadi hampir setiap tahun. Untuk kejadian kali ini abrasi memang telah me­nun­jukkan dampak, namun dari sisi keamanan warga yang tinggal disana masih terbilang baik dari sejumlah tempat langganan abrasi,” katanya.
Dono Gusrizal mengim­bau, warga perlu waspada, artinya ketika gelombang pasang tinggi dan menim­bulkan abrasi warga mesti keluar rumah. “Jangan dipaksakan dalam rumah. Sebab tidak pula bisa diperkirakan apakah rumah bertahan dihantam ombak atau tidak,” katanya.
Diktakannya, hingga kini dirinya belum menda­pat laporan tentang berapa jumlah kerugian disana. “Tentu nanti ada laporan dari Walinagari setempat,” tutupnya

23 Orang Tewas di Sumbar AKIBAT KECELAKAAN SELAMA LEBARAN

L-News,..
Sela­ma masa Lebaran, sudah 23 orang yang tewas di Sumatera Barat akibat tenggelam dan kecelakaan lalu lintas. Korban tewas akibat tenggelam berjum­lah 9 orang terjadi di Pantai Padang, Padang Paria­man, Tanjung Mutiara  dan Danau Maninjau. Sementara korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas berjumlah 14 orang yang terjadi di wilayah Polresta Padang, Polres Payakumbuh, Polres Limapuluh Kota dan Polres Bukittinggi.

Korban hanyut saat bere­nang di Pantai Padang berjum­lah lima orang, tiga di antara­nya kemudian meninggal dunia dan dua peristiwa. Peristiwa terakhir terjadi Rabu (30/7). Tiga ga  orang hanyut saat berenang di kawasan Pantai Padang, satu di anta­ranya ditemukan dalam kea­daan meninggal, satu orang kritis dan satu orang lagi selamat.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pantai Padang dekat Muaro sekitar pukul 08.00 WIB. Tiga orang yang hanyut ini berasal dari Jambi yang sedang menikmati liburan di Padang. Mereka adalah Yogi (21) Darmayeni (45) dan Muhamad Faiz (7). Ketiga orang ini merupakan satu keluarga.
Kejadian berawal dari Muhamad Faiz yang berenang di pantai diseret oleh ombak ke tengah laut. Melihat anak­nya diseret ombak, Darmayeni dan Yogi yang merupakan orang tua dan kakak Faiz mencoba menolong Faiz. Na­mun karena ombak yang begitu deras membuat Darma­yeni dan Yogi juga ikut terseret ombak ke tengah laut.

Warga yang melihat menco­ba menolong keluarga yang hanyut tersebut dan menelpon tim Basarnas Kota Padang. Untuk menemukan tiga orang yang hanyut tersebut tim Basarnas yang dibantu warga hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk menemukan keluarga tersebut.

“Di antara tiga orang yang diseret ombak tersebut satu orang meninggal yaitu Yogi, satu orang kritis yaitu Faiz dan satu orang yang selamat yaitu ibunya Darmayeni. Untuk menemukan keluarga tersebut kita dibantu oleh masyaarakat sekitar.Setelah korban ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit,”ujar Kasi Operasional Basarnas Padang Juanda Sodo Rabu (29/7).

Sebelumnya,  orang terseret ombak juga terjadi di  kawasan Pantai Padang Purus. Di kawa­san ini yang hanyut adalah dua orang beradik kakak yaitu Reski (27) dan Dedi  (16). Kedua korban ini ditemukan dalam kondisi meninggal. Kedua korban meru­pakan warga Purus juga.

Kejadian berawal ketika Reski bersama adiknya Dedi berenang di Pantai Padang sekitar pukul 07.30 WIB. Reski dan Dedi yang tengah asyik berenang tidak menyadari telah sampai agak jauh ke tengah pantai berenang dan akhirnya kehilangan keseim­bangan.

Warga yang melihat mencoba untuk menolong kedua orang ini dan menelpon tim Basarnas. Tim Basarnas besarma warga kesuli­tan untuk menemukan kedua orang ini. Hal ini dikarenakan kondisi pantai banyaknya pemecah ombak dan jasad dari keduanya ada yang sampai masuk palung.
Jasad Reski baru bisa ditemu­kan pada pukul 12.30 WIB sekitar 100 meter dari bibir pantai. Sementara itu jasad dari Dedi baru bisa ditemukan pukul 16.00 WIB. Jasad Dedi ini ditemukan sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Korban Tanjung Mutiara
Ombak Besar di Pantai Banda Mutiara, Jorong Banda Gadang, Kecamatan Tanjung Mutiara menyeret tujuh orang pengujung yang sebagian besar terdiri dari anak-anak dan remaja, Kamis (31/7) sekitar 13.30 WIB.
Empat orang di antaranya selamat, dan tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan tewas dua jam kemudian, atau sekitar pukul, 15.30  WIB. Nyawa mereka tidak tertolong, diperki­rakan  meninggal akibat kekura­ngan oksigen sehingga lemas.
Korban berasal dari Pekan­baru, Riau dan Kabu­paten Pasaman Barat. Mereka diseret ombak ketika asyik bermain di tepi pantai bersama keluarga. Nasib malang tak bisa dielakkan saat pengunjung dikejutkan dengan kedatangan ombak besar.

Korban tewas adalah Putri (12), Andre (15) dan Zulkifli (40) ketiganya adalah warga Pekanbaru, Riau. Sementara korban selamat adalah, Dian Permata Fitri (10) dan Bagus Pratama (16) Warga Pekanbaru, Fitria Andayani (14) warga Plasma Lima Pasaman Barat, Mardila Syafinal (16) Warga Pasaman Barat. Sehari sebelum­nya Rabu (30/7) seorang remaja warga Muko-muko Kecamatan Tanjung Raya, Ilham (18)  juga tewas tenggelam di Danau Meninjau. Kepala Ke­polisian Resor Agam AKBP Asep Rus­wada me­nga­ta­kan, korban berhasil dite­mu­kan tidak jauh dari lokasi ke­jadian.
Ia menjelaskan, tujuh orang korban tersebut adalah satu orang keluarga. Korban sebagian besar adalah anak-anak.

Korban Pantai Padang Pariaman
Pesta Pantai di Pantai Arta Sungai Limau kabupaten Padang Pariaman, menelan korban. Korban Idik (17) warga Padang Mardani Mangopoh Kabuapten Agam tewas dibawa arus air laut saat mandi merayakan lebaran di Pantai Arta, Selasa (29/7).
Pada hari yang sama tiga orang bersaudara masing masing, Rendi (22), Deded Rinaldi (21), Serli (18) yang sedang mandi di Pantai Kentarok Nagari Malai V Suku Kecamatan Batang Gasan Padang Pariaman juga dibawa arus laut saat sedang mandi, seorang di antaranya juga tewas dibawa arus laut, sedang­kan dua saudaranya dapat menyelamatkan diri. Korban yang tewas yakni  Rendi (22).
Menurut saksi mata Rama (22) warga  Kentarok Malai V Suku Batang Gasan,  korban bersama dua orang adiknya sekitar pukul 8.30 mandi bersa­ma di laut di Pantai Kentarok. Belum lama mandi korban melihat salah seorang adiknya diseret air laut, korban langsung memberikan pertolongan menarik kedua adiknya ke pantai. Namun korban tidak dapat menye­lamatkan diri.
Tim SAR BPBD Padang Pariaman langsung memberikan bantuan dan mencari korban.

Kepala BPBD Padang Paria­man, Amiruddin  mengungkapkan, petugas Tim SAR dibantu pihak kepolisian Rabu (30/7) melanjutkan penca­rian kedua korban dengan menyi­siri pantai Kentarok hingga pantai Arta. Sekitar pukul 9.30 Tim SAR menemukan korban Rendi (22) sudah tidak bernyawa di pantai Paingan Nagari Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau yang berbatasan dengan pantai Kentarok.

Sementara itu pada waktu yang hampir bersamaan Tim SAR juga berhasil menemukan korban manyat Idik (17) yang tenggelam di Pantai Arta. Korban ditemukan tidak jauh dari tempat dia tenggelam.
“Dengan terjadinya kasus ini, pemerintah langsung melarang pengunjung pesta pantai mandi di sepanjang Pantai Padang Paria­man,” ujar kepala BPBD Amiruddin.

Lima Tewas di Padang
Selama arus mudik Leba­ran sejak H-7 hingga hari kelima Lebaran pada tanggal 31 Agustus 2014, jumlah kecelaka­an di Kota Padang sebanyak tujuh peristiwa. Dari jumlah tersebut tercatat korban meninggal lima orang, korban luka berat sembi­lan orang, korban luka ringan sebanyak enam orang.
“Kecelakaan paling dominan terjadi pada kendaraan roda dua. Data tersebut diperoleh dari H-7 hingga H+5,” kata Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Gatot Istanto melalui Kanit Lakalantas AKP Indra  kemarin (1/8).

Dikatakannya, ketujuh peris­tiwa kecelakaan tersebut terjadi di kawasan Panorama, Andalas, Bungus dan By Pass. Akibat kecelakaan lalu lintas itu, menimbul kerugian mencapai Rp62.500.000.
Kelima orang tewas tersebut, dijelaskan Indra, kecelakaan itu terjadi dua hari jelang Lebaran kemarin. Insiden pertama terjadi Jumat (25/7) sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Sitinjau Laut antara truk dan motor roda dua. Insiden menewaskan tiga pengen­dara motor. Sementara malamnya sekitar pukul 19.30 WIB insiden ke dua berlangsung di Jalan Anduring depan Restoran Mama. Akibatnya dua orang tewas, dan dua lainnya luka-luka.
Kecelakaan di Sitinjau terjadi berawal ketika Truk nopol BE 9145 AO datang dari arah Solok menuju Padang. Tiba di TKP truk mengalami kerusakan rem, sehingga menabrak dua motor dari arah berlawanan yang masing-masing dikendarai pasa­ngan suami istri yakni Achwandi (31) dan sang istri Ummul Aiman (25), warga Komplek Singgalang B1, Nomor 5 RT 4 RW IV, Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah.

Sementara korban ketiga yakni seorang mahasiswa asal Sijunjung, tepatnya di Jorong Mangkudo Kodok, Desa Limo Koto, Kecamatan Koto Tujuah. Ketiga korban sudah dibawa ke RSUP M. Djamil, Padang. Truk sendiri berhenti setelah sopir menabrakkan ke tebing sisi jalan, karena itu, ia mengalami cedera tulang di bagian pinggang.

Kemudian kecelakaan kedua terjadi di Jalan Anduring, insiden ini persis di depan Restoran Mama. Dua orang tewas, yakni pengendara motor dan penyebe­rang jalan, sementara luka-luka yakni pengendara motor lain. Korban tewas pengendara motor jenis Suzuki Satria FU bernama Dani Tanto (20), warga Pondok, Kecamatan Padang Selatan, sedangkan penyeberang jalan bernama Aswin (50), warga Sarang Gagak, Kecamatan Kuranji.

Payakumbuh dan Limapuluh Kota
Selama operasi ketupat dalam mengamankan Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah, dua kepolisian di wilayah hukum Kota Payakum­buh dan Kabupaten Limapuluh Kota mencatat, setidaknya 6 orang meninggal dunia akibat kecelakaan  lalu lintas.

Kecelakaan yang merenggut nyawa itu, terjadi semenjak 22 Juli lalu hingga arus balik Jumat (1/8) kemarin. Keenam yang mening­gal dunia tersebut, terdiri 2 dari wilayah hukum Polres Payakum­buh dan 4 dari wilayah hukum Polres Limapuluh Kota.

AKBP Rubintoro Suhada Kapolres Payakumbuh melalui Kepala Satuan Lalu Lintas Iptu Harry M Putra, Jumat (1/8) kemarin mengatakan, kecelakaan tersebut didominasi oleh kend­araan roda dua seperti yang terjadi pada Minggu (27/7) lalu di persim­pangan tiga kelurahan Sungai Durian, persisnya di perbatasan Kota Payakumbuh dan Kabupa­ten Limapuluh Kota. Kecelakaan naas  antara sepeda motor Kawasaki Ninja bernomor polisi BA 3248 MR  dengan sepeda motor Yamaha Vega .
Dari kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor tewas ketika hendak dilarikan ke rumah sakit Adnan WD Kota Paya­kumbuh. Yakni korban bernama Rafdinal (60) warga kelurahan Sungai Durian Keca­ma­tan Latina, Kota Payakumbuh.

Dihari yang sama, kecelakaan  juga terjadi di Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Utara antara   sesama sepeda motor Yamaha Beat nomor polisi  BA 2476 ME dengan nomor polisi BM 4860 EX. Akibatnya, salah seorang pengendara sepeda motor tersebut tewas.
Begitu pun di Kabupaten Limapuluh Kota, di ruas jalan nasional penghubung Sumbar-Riau, setidaknya dari 10 terjadi kecelakaan 4 orang di antaranya meninggal dunia. Tak hanya itu, 6 orang luka berat dan 23 orang luka ringan akibat kecelakaan selam arus mudiak dan arus hingga Jumat (1/8) kemarin.

“Dari 10  kali kasus kecela­kaan selama operasi ketupas, setidaknya 4 orang meninggal dunia. Terakhir terjadi pada Jumat dini hari, satu unit bus nyaris masuk jurang dan satu penumpang tewas di lokasi kejasian,” ungkap AKBP Tri Wahyudi Kapolres Limapuluh Kota.
Kecelakaan Bus PO  Beringin Sakti bemua­tan 16 penumpang dengan jurusan Siak- Bukittinggi itu, melaju dari arah Pekanbaru menuju Sumbar. Diduga, kecela­kaan disebabkan  supir bus yang mengantuk dan akhirnya bus nyaris masuk jurang di pintu masuk Fly Over Kelok Sambilan.
Kecelakaan bus dengan nomor polisi BM 7491 FU itu menye­babkan penumpang  bernama Darnalis (65) warga Padang Lua, Kabupaten Tanah Datar tewas setelah terjepit akibat suasana panik penumpang ketika bus mulai tak stabil melaju. Kapolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi menghimbau kepala masyarakat pengguna ruas jalan nasional Sumbar-Riau agar berhati-hati, terutama pada malam hari.

3 Tewas di Bukittinggi
Selama Operasi Ketupat yang dimulai dari tanggal 21 Juli 2014 hingga Jumat 1 Agustus 2014  telah terjadi sembilan kasus laka lantas di wilayah hukum Polres Bukittiggi, yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Tiga korban di antaranya meninggal dunia, dan salah seorang adalah pejalan kaki yang tewas ditabrak sepeda motor.
Kasat Lantas Polres Bukit­tinggi AKP M. Sajarod Zakun memastikan bahwa tiga korban yang meninggal dunia itu bukanlah pemudik, tapi meru­pakan warga Bukittinggi dan sekitarnya yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas mudik ataupun arus balik.

“Mereka meninggal dunia tidak di jalan utama dan tidak ada hubugannya dengan aktivitas mudik maupun arus balik,” tegas M.Sajarod Zakun, Jumat (1/8).
Selain tiga korban yang me­ninggal dunia itu, satu korban mengalami luka berat, dan 13 korban mengalami luka ringan. 

sumber:harianhaluan.com

Jumat, 01 Agustus 2014

Teknik Dasar Cara Memotret Dengan Menggunakan Kamera DSLR

L-News,..

Kamera DSLR kini semakin trend dikalangan masyarakat, berbagai produsen kini meluncurkan kamera DSLR terbaru, selain dilengkapi dengan berbagai fitur, kamera DSLR menghasilkan kualitas gambar sesuai dengan yang kita inginkan jika kita mengetahui cara menggunakannya.
 
Menggunakan kamera DSLR tidaklah mudah dalam membuat hasil gambar yang berkualitas, ada trik-trik dan petunjuk yang harus kita ikuti untuk menghasilkan kualitas potret yang lebih baik, terkecuali Anda telah memiliki pengalaman sebelumnya tentang kamera tersebut. Dan kali ini kita akan membahas sekilas teknik dasar menggunakan kamera DSLR. Karena untuk tingkat teknik dasar tergolong mudah untuk dipelajari terlebih bagi kita yang baru pertama menggunakan kamera DSLR.
 
 
Pertama sekali yang harus diperhatikan adalah pastikan kamera sudah dalam keadaan siap untuk digunakan, cek baterai, cek memory, dll. Setelah anda rasa kamera siap digunakan, selanjutnya kita coba mensetting kamera terlebih dahulu, setting kamera ke mode AV ( aperture Value) yaitu hanya merubah besarnya bukaan diagfragma sehingga Shutter Speed sudah otomatis di set oleh kamera tersebut.
 
Lalu, Bukaan terbaik / ketajaman terbaik ada di bukaan F/8.0 jika DOF (depth of field) lebih panjang bisa memakai bukaan F/14 (tidak disarankan jika memakai F/16 keatas, memang semua terlihat focus tetapi ketajaman sudah berkurang sehingga hasil kurang maksimal). Selanjutnya kita pastikan memakai ISO 100 ( semakin rendah semakin baik) jika cahaya kurang dan shutter speednya kurang (shutter speed lebih baik diatas 1/60 agar tidak shake) bisa dinaikan ISO nya. Lalu yang terakhir lebih baik gunakan lensa wide seperti 18-55mm dan 17-85mm.
 
 
Setelah melakukan settingan, pastikan tempat dimana yang baik untuk memotret, dan dalam penentuan tempat pemotretan harus di pastikan baik-baik juga karena akan berpengaruh pada hasil foto yang akan diambil. Untuk arah cahaya matahari, lebih baik memotret jangan mengarah berlawanan, akan lebih baik membelakangi matahari (karena kita membutuhkan cahaya matahari untuk pencahayaan).
 
Memotret lebih baik pada pagi dan sore hari, karena kalau siang hari, cahaya matahari terlalu tajam (biasanya langit putih dan tidak menarik). Pilih background yang baik dan indah (pilih sesuka hati). Dan carilah angle terbaik, bisa dikatakan ada low angle, mid angle, high angle. Ketiga angle tersebut memberikan perbedaan pada hasil gambar yang sangat berarti.
 
Bila ingin memotret wajah, perhatikan latar belakang, hindari latar belakang yang berwarna – warni atau gambar yang semrawut, yang menyebabkan kurang jelas (bisa jadi justru latar belakang yang menjadi menonjol). Jadi, berusahalah untuk menghidarinya. Jika anda sudah mencoba dengan teknik dasar, dan cobalah bereksperimen dengan teknik dasar lainnya.
 
 
Menggunakan Kamera DSLR dengan teknik Panning, yang merupakan dengn menggerakan kamera kearah gerakan objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. Hasil gambarnya latar belakang kabur, akan tetapi gambar subjek sangat jelas. Seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada kecepatan atau lambatnya gerakan panning. Jika gerakannya bersama – sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. Sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasil akan blur (kabur).
 
 
Menggunakan kamera SDLR dengan teknik slowspeed adalah jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya gambar akan tampak kabur, seakan – akan disapu, namun latar belakang jelas. Efek ini terkadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.
 
 
Menggunakan kamera DSLR dengan menggunakan teknik freeze yaitu speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. Semakin cepat pergeraan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang harus kita gunakan. Dengan beberapa teknik dasar menggunakan kamera DSLR ini, semoga dapat membantu anda dalam bereksperimen untuk menghasilkan kualitas gambar sesuai dengan yang diinginkan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

5 Setting Kamera Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret

L-News,...
Pernah tidak mengalami kejadian seperti ini?
  • Anda pulang dari acara memotret dan baru menyadari bahwa tadi di sepanjang pemotretan anda menggunakan ISO 1200, padahal acaranya dilaksanakan di siang bolong saat ISO 200 saja cukup
  • Anda baru menyadari bahwa anda menggunakan settingan white balance untuk mendung, padahal dari awal acaranya dilakukan diruangan dengan penerangan lampu neon
Kesalahan mendasar seperti ini membuat kita harus bersusah payah melakukan koreksi pada foto, kalau satu dua sih tidak masalah, kalau ratusan foto?. Okelah, mungkin dengan bantuan software kita bisa melakukan koreksi dengan relatif cepat, tapi bukankah lebih enak kalau kesalahan seperti ini bisa dihindari sejak awal.
Secara mendasar, ada 5 setting di kamera digital anda yang harus selalu diperiksa sebelum jari memencet tombol shutter pertama kali dalam sebuah sesi pemotretan. Silahkan:

1. Periksa Settingan White Balance Anda

Settingan White Balance
Gunakan settingan white balance yang sesuai dengan kondisi, atau kalau anda percaya dengan kamera, set white balance di posisi auto. Baca lebih jauh tentang white balance.

2. Hidupkan Highlight Warning Kamera

Highlight Warning
Tips ini ampuh untuk menghindari foto yang overexposure. Highlight warning adalah penanda yang muncul di layar LCD kamera saat ada bagian foto yang terbakar alias overexposed. Selain menggunakan highlight warning, anda juga bisa memeriksa histogram di LCD kamera digital anda.

3. Periksa Setting ISO

Settingan ISO
Settingan ISO menentukan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya, makin tinggi angkanya semakin peka. Kalau tadi malam anda memotret pesta ulang tahun teman anda di restoran, pastinya ISO yang digunakan akan berbeda dengan setting ISO saat akan digunakan untuk memotret acara gerak jalan dijalan raya.
Baca lebih jauh mengenai ISO disini.

4. Periksa Setting Ukuran dan Format Foto

Ukuran foto
Memotret ribuan foto sekaligus, seperti misalnya saat anda hunting di kebun binatang (baca tips memotret di kebun binatang), tentunya membutuhkan pengaturan ukuran foto yang berbeda dibandingkan memotret keluarga di studio misalnya, apalagi jika kartu memori yang anda miliki kapasitasnya berbeda.
Format foto, apakah harus memilih JPG atau RAW juga wajib dipertimbangkan sebelum sesi foto anda dimulai.

5. Periksa Settingan Mode Exposure Kamera

Setting mode eksposure
Dalam kamera SLR atau pocket, biasanya tersedia beberapa pilihan untuk mode eksposur yang anda pilih: Manual – Aperture PriorityShutter PriorityMode Program dan beberapa preset bawaan kamera digital. Pastikan anda sudah mengetahui mode mana yang akan anda pilih.
Lakukan 5 persiapan diatas, maka acara hunting, sesi memotret maupun iseng-iseng memotret acara di RT anda akan lebih lancar dan anda juga akan terlihat lebih jago.

Selasa, 01 Juli 2014

4 Kunci Agar Tubuh Tetap Fit Saat Berpuasa

L-News
Puasa Ramadan adalah waktu yang baik untuk melakukan detoksifikasi bagi tubuh sekaligus beribadah. Sepanjang hari, selama 12 jam atau lebih tubuh kita kekurangan cairan dan asupan nutrisi. Akibatnya, beberapa orang ada yang cenderung cepat lemas dan tidak bersemangat karena kurangnya cairan dan nutrisi.

Untuk memastikan nutrisi yang cukup dan kondisi kesehatan tetap stabil dan bugar. tak ada salahnya Anda melakukan tips berikut ini :


1. Konsultasi ke Dokter

Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter tentang keamanan puasa dalam keadaan kesehatan individu. Kadang-kadang, seseorang memiliki beberapa perhatian khusus mengenai kesehatannya.

Nah, perhatian khusus itu bisa jadi justru mengganggu kegiatan berpuasa jika diabaikan begitu saja. Tanyakan pula ke Dokter multivitamin yang paling tepat untuk tubuh Anda.


2. Jangan lewatkan sahur

Sulit memang untuk bangun saat sahur padahal hal ini tidak boleh dilewatkan. Seperti sarapan, sahur diakui sebagai makan paling penting dalam sehari. Akan tetapi jangan makan berlebihan saat sahur.

Cobalah memilih makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, buah-buahan atau sayuran, dan jangan lupa untuk minum banyak air minimal 2 gelas.


3. Jangan kalap saat berbuka

Saat berbuka puasa, kebanyakan orang cenderung kalap dan mangonsumsi berbagai macam makanan. Sebetulnya hal itu justru berbahaya bagi kesehatan tubuh.

 Sebaiknya, berbukalah dengan segelas air putih dan dilanjutkan dengan mengambil beberapa butir kurma. Setelah beberapa saat, barulah makan berat dan pastikan hingga malam hari Anda banyak minum air.


 4. Tetap rutin beraktivitas

Selama puasa, beberapa aktivitas yang sebaiknya dilakukan seperti rajin mencuci tangan, rajin menyikat gigi dan menggunakan dental floss.

Selain itu, mengatur jadwal supaya mendapatkan cukup tidur dapat membantu menghadapi tantangan selama puasa. Tetaplah berolahraga ringan, seperti berjalan kaki selama 15-20 menit sebagai refreshing.

Saat Anak Ketahuan Menyimpan Film Porno, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Ortu

L-News,..

Saat beranjak remaja, anak-anak pasti memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar tak terkecuali dalam urusan seks. Dengan alasan ingin tahu, remaja terutama laki-laki bisa saja diam-diam menyimpan atau sudah menyaksikan film porno.

Jika seperti itu, sebaiknya si ayah berbicara dengan anak. Kemudian, tanyakan baik-baik apa yang anak rasakan ketika menyaksikan film porno tersebut, demikian dikatakan psikolog seksual Zoya Amirin M.Psi.

Pada dasarnya, dikatakan Zoya pendidikan seks mengajarkan perkembangan psikoseksual yang harus dipahami anak ketika merasa terangsang terhadap lawan jenis, serta memberi pemahaman cinta dan hubungan yang sehat.

"Setelah itu, diskusikan mengapa film porno itu salah dan tidak boleh disaksikan walaupun oleh pasangan suami istri. Film porno membuat persepsi yang salah tentang hubungan seksual dan relationship, sehingga membuat individu mempertanyakan kenormalan seksualitasnya," terang Zoya  dan ditulis pada Senin (30/6/2014).

Selanjutnya, ayah atau ibu perlu menjelaskan pada anak ketika sudah mimpi basah, mereka punya potensi menghamili perempuan dan mungkin terkena infeksi menular seksual jika berhubungan intim dengan wanita yang tidak tepat. Tak ada salahnya juga orang tua browsing melalui internet foto-foto penyakit infeksi menular seksual bersama anak agar mereka paham akan bahaya penyakit tersebut.

Zoya mengingatkan, jangan lupa berikan alasan secara logis dan penuh cinta mengapa sebaiknya menunda hubungan seks sampai menikah. Terutama jika dikaitkan dengan moral dan nilai yang dianut dalam kelaurga. Ceritakan pula perihal tentang cinta, patah hati dan hal-hal lain yang mungkin akan dilalui anak pada masa aktif secara seksual.

"Katakan bahwa anak laki-laki yang jantan adalah yang tidak menghamili wanita sebelum menikahinya. Selalu tekankan untuk menjauhi hubungan seks sebelum menikah.,' imbuh pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini.

Saat membicarakan masalah tersebut, usahakan dalam suasana nyaman sehingga bisa terjadi diskusi abtara orang tua dan anak yang saling terbuka. Baik orang tua atau anak bisa mengungkapkan kekhawatiran masing-masing sehingga pendidikan seks secara langsung pun bisa diberikan.

Jumat, 06 Juni 2014

5 Tips Fotografi Dasar Untuk Pemula

L-News,..
Beberapa tips fotografi tidak hanya bisa diaplikasikan pada kamera dSLR untuk mendapatkan hasil yang bagus. Jadi, kalaupun kameramu adalah kamera saku atau kamera ponsel sekalipun, lima tips berikut bisa sangat berguna untukmu, terutama kalau kamu benar-benar baru belajar fotografi.

Rule of Thirds

Ini adalah teknik komposisi yang sangat mudah untuk dipelajari. Intinya, fotomu akan kelihatan lebih menarik kalau objeknya tidak tepat di tengah. Semua kamera digital – bahkan yang ada di ponselmu – punya pengaturan ‘grid’, yang terdiri dari dua garis vertikal dan dua horizontal yang ‘melapisi’ fotomu sehingga akan tampak seperti terbagi menjadi 9 bagian. Jika kamu mengaktifkan pilihan ini, maka kamu akan bisa mengatur letak objek di dua pertiga bagian foto berdasarkan garis-garis panduan ini.

Ubahlah Ketinggian Kamera Atau Sudut Pandangmu

Umumnya orang memotret dengan ketinggian kamera sejajar mata. Tapi ini adalah cara yang membosankan. Cobalah untuk menggerakkan kamera ke atas atau ke bawah untuk mendapatkan foto yang lebih menarik. Mungkin ini akan terasa sulit karena kamu tidak bisa melihat apa yang kamu foto melalui viewfinder. Tapi seiring waktu, kamu akan menemukan cara memotret dengan cara-cara yang unik atau – sederhananya – kamu bisa menggunakan kamera yang punya LCD fleksibel yang bisa dimiringkan ke segala arah untuk mengontrol komposisi.

Selalu Gunakan Pilihan Resolusi dan Kualitas Maksimal

Karena memory card sekarang sudah bukan barang mewah lagi, tidak ada alasan untuk menghemat kapasitasnya dengan menggunakan pilihan ukuran foto kecil atau resolusi rendah. Selalu gunakan pilihan tertinggi yang disediakan kameramu. Dengan begitu, kamu punya foto dengan kualitas bagus yang bisa dicetak, diedit, dan dibagikan tanpa mengurangi keindahannya. Kalau kameramu mendukung format RAW – yaitu dimana semua data yang direkam sensor kamera tersimpan – gunakanlah format itu.

Trio Penting Dalam Exposure: ISO, Aperture, dan Shutter Speed

Ini adalah bagian tersulit tentang fotografi bagi pemula. Secara singkat, penjelasannya begini:
  • ISO adalah seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya; ISO tinggi akan memungkinkanmu memotret bahkan di bawah cahaya redup, tapi akan ada lebih banyak ‘noise’. ISO rendah lebih baik, tapi tidak selalu memungkinkan untuk digunakan terutama di dalam ruangan.
  • Aperture menentukan focal length(angka f atau f/ ) dan menggambarkan ukuran fisik bukaan lensa. Angka tinggi berarti ada lubang kecil yang memasukkan sedikit cahaya, yang hasilnya akan menunjukkan ketajaman pada daerah background. Angka f kecil berarti bukaan lensanya besar, dan background akan nampak kabur atau out of focus.
  • Shutter Speed adalah seberapa lama shutter tetap terbuka untuk membiarkan cahaya masuk ke sensor. Jika terbuka untuk waktu yang cukup lama, maka foto yang dihasilkan akan menunjukkan gerakan, sementara waktu singkat akan menangkap hanya satu gerakan diam.

Pelajari Mode Yang Ada Di Kameramu

Bahkan kamera saku pun setidaknya punya mode-mode berikut:
  • Manual mode yang akan membiarkanmu mengatur semua pilihan pemotretan.
  • Otomatis yang menyerahkan pengaturan sepenuhnya pada kamera.
  • Programmed yang menyediakan pilihan-pilihan yang lebih spesifik untuk objek atau teknik tertentu seperti olahraga, portrait, kembang api, dan sebagainya.
Pada kamera dSLR, kamu akan menemukan beberapa mode lainnya, dan penting juga untuk kamu ketahui. Pengaturan-pengaturan ini akan membiarkanmu mengatur beberapa variabel dan menyerahkan sisa pengaturannya pada kamera.
  • Av/A: Aperture Value. Ini adalah yang paling umum digunakan untuk pemotretan secara umum dan memberimu keleluasaan untuk mengatur angka Aperture atau f/. Kamera akan kemudian menghitung shutter speed dan ISO terbaik untuk bekerja sama dengan angka f yang kamu pilih.
  • Tv/S: Time Value/Shutter Speed. Ini akan memberimu kontrol atas shutter speed, tentunya. Lalu kamera akan menentukan angka aperture dan ISO terbaik untuk digunakan.
Dua mode diatas adalah yang akan paling banyak kamu pelajari jika kamu benar-benar baru menggunakan dSLR.

Warga 6 Kecamatan Mendapatkan Bantuan Itik

L-News,...
Pemda Pessel melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura,Peternakan dan Perkebunan Pessel memberikan bantuan 9000 ekor itik peliharaan kepada 90 Kepala Keluarga (KK) dari kalangan masyarakat  yang tergolong kurang mampu  di 6 kecamatan di Pessel,

Bantuan itik lokal tersebut dimaksud untuk  mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sedangkan itik yang diserahkan tersebut usia 4 bulan sampai 5 bulan jenis betina yang didatangkan dari Payakumbuh dan Lubuk Alung , setiap Kepala Keluarga  mendapatkan  100 ekor itik   untuk dikembangkan menjadi itik petelur

Ke 6 kecamatan yang mendapat bantuan itik tersebut yaitu, kecamatan Koto XI Tarusan,Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, kecamatan Sutera dan kecamatahn Ranah Pesisir, para penerima bantuan diambil dari data best  keluarga miskin, kemudian  berkoordinasi  dengan wali nagari  untuk menentukan  calon yang berhak menerima bantuan tersebut

Minggu, 04 Mei 2014

10 Tips Memotret Sunset Dan Sunrise

L-News,..
Foto sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak ”foto wajib“ yang harus dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Kalau anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, silahkan coba tips berikut ini supaya foto sunset dan sunrise bertambah baik:

1903863438_9b75d75043.jpg

1. Lakukan Persiapan Sebaik-baiknya

Sunset dan sunrise hanya berlangsung sekitar setengah jam. Untuk itu kita harus melakukan persiapan matang sebelumnya. Pastikan datang lebih awal dan pastikan anda sudah tahu dari  titik sebelah mana anda akan memotret. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya. Untuk memastikan anda tidak terlambat , usahakan anda tahu jam berapa sunset atau sunrise akan tiba (karena jam sunset / sunrise berbeda dari lokasi ke lokasi).  Juga pastikan peralatan sudah siap: kamera – lensa – tripod (jika ada) serta aksesoris lainnya sudah terpasang & disetel dengan baik, sehingga saatnya tiba kita bisa sibuk memotret bukan sibuk mengeset alat. Baca lagi tips tentang komposisi.

3668234881_617c98d933.jpg

2. Jangan Kecewa Karena Mendung

Karena anda sudah bersusah – payah mendatangi lokasi yang jauh dan sulit, jangan kecewa kalau mendadak mendung tiba. Maksimalkan kreatifitas anda saat langit tertutup mendung. Langit mendung bukan halangan menghasilkan foto indah saat sunrise dan sunset. Cari tahu obyek apa saja yang menarik untuk difoto saat mendung atau hujan.

3. Jangan Terpaku Pada Wide Angle

Memotret sunset dan sunrise menggunakan lensa sudut lebar (wide angle) merupakan hal yang biasa, namun jangan terpaku hanya menggunakan lensa tersebut (kalau anda memang punya pilihan lain). Manfaatkan rentang lensa yang lain, misalnya lensa tele.

2595728993_82326e6229.jpg

4. Maksimalkan Siluet

Hal yang menambah daya tarik foto sunset dan sunrise adalah siluet. Siluet memberi kesan yang kuat serta memberi cerita dalam foto anda, apalagi jika anda memotret sunset atau sunrise di lokasi yang memiliki identitas kuat. Baca juga tips memotret siluet.

5. Bawalah Tripod

Jika anda ingin memanfaatkan teknik long shutter – membuat HDR atau panorama: tripod wajib dibawa. Baca Juga tips memilih tripod dan tips memilih kepala tripod.

6. Gunakan Manual Focus

Karena sunset dan sunrise memiliki kualitas cahaya yang lumayan ekstrim, kadang kamera akan kesulitan menemukan fokus jika anda menggunakan mode auto focus, segera ganti ke mode manual sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu menunggu kamera menemukan titik fokus.

183916459_c501884355.jpg

7. Gunakan Preset White Balance Cloudy

Ubahlah setting white balance anda ke cloudy (biasanya dilambangkan dengan ikon mendung). Setting white balance ini akan membuat foto sunset atau sunrise lebih hangat dan warnanya lebih “menggigit”, dibandingkan kalau menggunakan setting white balance auto. Atau jika anda suka bereksperimen, cobalah setting white balance lainnya. Apa itu white balance?

8. Gunakan Spot Metering (DSLR dan Prosumer) atau Sunset Scene (Untuk Kamera Saku)

Untuk memperoleh eksposur yang tepat, gunakan mode metering spot jika anda memiliki kamera DSLR dan prosumer (apa itu spot metering?), atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika anda menggunakan kamera saku pemula. Untuk pengukuran menggunakan spot meter, arahkan titik fokus ke area sekitar matahari (jangan tepat di matahari – nya lalu lakukan metering dengan memencet separuh shutter, lalu kunci eksposur anda. Untuk kamera saku (dengan mode scene), tinggal arahkan dan jepret. Pahami mode pengoperasian kamera digital.

380260645_8cc03aa912.jpg

9. Jangan Berhenti Ketika Sunset Lewat

Saat memotret sunset, jangan kemasi kamera anda hanya karena matahari sudah melewati garis horison. Bertahanlah sebentar lagi, karena cahaya sesaat setelah sunset adalah salah satu cahaya paling indah yang dikeluarkan alam. Begitu juga dengan sunrise, jangan datang terlalu mepet dengan waktu matahari terbit. Cahaya sesaat sebelum sunrise adalah salah satu yang paling indah

10. Berdoalah Agar Alam Berpihak Pada Anda

Anda sudah jauh – jauh datang ke pantai terpencil (atau gunung), menyiapkan alarm untuk bangun jam 4 pagi dan sudah menata semua peralatan agar siap memotret, namun tiba – tiba hujan tiba. Ya apadaya, memotret di alam terbuka memang membutuhkan keberuntungan dan kesabaran, kenapa kesabaran? karena anda bisa mencoba lagi esok hari

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More