Minggu, 03 Agustus 2014

23 Orang Tewas di Sumbar AKIBAT KECELAKAAN SELAMA LEBARAN

L-News,..
Sela­ma masa Lebaran, sudah 23 orang yang tewas di Sumatera Barat akibat tenggelam dan kecelakaan lalu lintas. Korban tewas akibat tenggelam berjum­lah 9 orang terjadi di Pantai Padang, Padang Paria­man, Tanjung Mutiara  dan Danau Maninjau. Sementara korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas berjumlah 14 orang yang terjadi di wilayah Polresta Padang, Polres Payakumbuh, Polres Limapuluh Kota dan Polres Bukittinggi.

Korban hanyut saat bere­nang di Pantai Padang berjum­lah lima orang, tiga di antara­nya kemudian meninggal dunia dan dua peristiwa. Peristiwa terakhir terjadi Rabu (30/7). Tiga ga  orang hanyut saat berenang di kawasan Pantai Padang, satu di anta­ranya ditemukan dalam kea­daan meninggal, satu orang kritis dan satu orang lagi selamat.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pantai Padang dekat Muaro sekitar pukul 08.00 WIB. Tiga orang yang hanyut ini berasal dari Jambi yang sedang menikmati liburan di Padang. Mereka adalah Yogi (21) Darmayeni (45) dan Muhamad Faiz (7). Ketiga orang ini merupakan satu keluarga.
Kejadian berawal dari Muhamad Faiz yang berenang di pantai diseret oleh ombak ke tengah laut. Melihat anak­nya diseret ombak, Darmayeni dan Yogi yang merupakan orang tua dan kakak Faiz mencoba menolong Faiz. Na­mun karena ombak yang begitu deras membuat Darma­yeni dan Yogi juga ikut terseret ombak ke tengah laut.

Warga yang melihat menco­ba menolong keluarga yang hanyut tersebut dan menelpon tim Basarnas Kota Padang. Untuk menemukan tiga orang yang hanyut tersebut tim Basarnas yang dibantu warga hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk menemukan keluarga tersebut.

“Di antara tiga orang yang diseret ombak tersebut satu orang meninggal yaitu Yogi, satu orang kritis yaitu Faiz dan satu orang yang selamat yaitu ibunya Darmayeni. Untuk menemukan keluarga tersebut kita dibantu oleh masyaarakat sekitar.Setelah korban ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit,”ujar Kasi Operasional Basarnas Padang Juanda Sodo Rabu (29/7).

Sebelumnya,  orang terseret ombak juga terjadi di  kawasan Pantai Padang Purus. Di kawa­san ini yang hanyut adalah dua orang beradik kakak yaitu Reski (27) dan Dedi  (16). Kedua korban ini ditemukan dalam kondisi meninggal. Kedua korban meru­pakan warga Purus juga.

Kejadian berawal ketika Reski bersama adiknya Dedi berenang di Pantai Padang sekitar pukul 07.30 WIB. Reski dan Dedi yang tengah asyik berenang tidak menyadari telah sampai agak jauh ke tengah pantai berenang dan akhirnya kehilangan keseim­bangan.

Warga yang melihat mencoba untuk menolong kedua orang ini dan menelpon tim Basarnas. Tim Basarnas besarma warga kesuli­tan untuk menemukan kedua orang ini. Hal ini dikarenakan kondisi pantai banyaknya pemecah ombak dan jasad dari keduanya ada yang sampai masuk palung.
Jasad Reski baru bisa ditemu­kan pada pukul 12.30 WIB sekitar 100 meter dari bibir pantai. Sementara itu jasad dari Dedi baru bisa ditemukan pukul 16.00 WIB. Jasad Dedi ini ditemukan sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Korban Tanjung Mutiara
Ombak Besar di Pantai Banda Mutiara, Jorong Banda Gadang, Kecamatan Tanjung Mutiara menyeret tujuh orang pengujung yang sebagian besar terdiri dari anak-anak dan remaja, Kamis (31/7) sekitar 13.30 WIB.
Empat orang di antaranya selamat, dan tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan tewas dua jam kemudian, atau sekitar pukul, 15.30  WIB. Nyawa mereka tidak tertolong, diperki­rakan  meninggal akibat kekura­ngan oksigen sehingga lemas.
Korban berasal dari Pekan­baru, Riau dan Kabu­paten Pasaman Barat. Mereka diseret ombak ketika asyik bermain di tepi pantai bersama keluarga. Nasib malang tak bisa dielakkan saat pengunjung dikejutkan dengan kedatangan ombak besar.

Korban tewas adalah Putri (12), Andre (15) dan Zulkifli (40) ketiganya adalah warga Pekanbaru, Riau. Sementara korban selamat adalah, Dian Permata Fitri (10) dan Bagus Pratama (16) Warga Pekanbaru, Fitria Andayani (14) warga Plasma Lima Pasaman Barat, Mardila Syafinal (16) Warga Pasaman Barat. Sehari sebelum­nya Rabu (30/7) seorang remaja warga Muko-muko Kecamatan Tanjung Raya, Ilham (18)  juga tewas tenggelam di Danau Meninjau. Kepala Ke­polisian Resor Agam AKBP Asep Rus­wada me­nga­ta­kan, korban berhasil dite­mu­kan tidak jauh dari lokasi ke­jadian.
Ia menjelaskan, tujuh orang korban tersebut adalah satu orang keluarga. Korban sebagian besar adalah anak-anak.

Korban Pantai Padang Pariaman
Pesta Pantai di Pantai Arta Sungai Limau kabupaten Padang Pariaman, menelan korban. Korban Idik (17) warga Padang Mardani Mangopoh Kabuapten Agam tewas dibawa arus air laut saat mandi merayakan lebaran di Pantai Arta, Selasa (29/7).
Pada hari yang sama tiga orang bersaudara masing masing, Rendi (22), Deded Rinaldi (21), Serli (18) yang sedang mandi di Pantai Kentarok Nagari Malai V Suku Kecamatan Batang Gasan Padang Pariaman juga dibawa arus laut saat sedang mandi, seorang di antaranya juga tewas dibawa arus laut, sedang­kan dua saudaranya dapat menyelamatkan diri. Korban yang tewas yakni  Rendi (22).
Menurut saksi mata Rama (22) warga  Kentarok Malai V Suku Batang Gasan,  korban bersama dua orang adiknya sekitar pukul 8.30 mandi bersa­ma di laut di Pantai Kentarok. Belum lama mandi korban melihat salah seorang adiknya diseret air laut, korban langsung memberikan pertolongan menarik kedua adiknya ke pantai. Namun korban tidak dapat menye­lamatkan diri.
Tim SAR BPBD Padang Pariaman langsung memberikan bantuan dan mencari korban.

Kepala BPBD Padang Paria­man, Amiruddin  mengungkapkan, petugas Tim SAR dibantu pihak kepolisian Rabu (30/7) melanjutkan penca­rian kedua korban dengan menyi­siri pantai Kentarok hingga pantai Arta. Sekitar pukul 9.30 Tim SAR menemukan korban Rendi (22) sudah tidak bernyawa di pantai Paingan Nagari Kuranji Hilir Kecamatan Sungai Limau yang berbatasan dengan pantai Kentarok.

Sementara itu pada waktu yang hampir bersamaan Tim SAR juga berhasil menemukan korban manyat Idik (17) yang tenggelam di Pantai Arta. Korban ditemukan tidak jauh dari tempat dia tenggelam.
“Dengan terjadinya kasus ini, pemerintah langsung melarang pengunjung pesta pantai mandi di sepanjang Pantai Padang Paria­man,” ujar kepala BPBD Amiruddin.

Lima Tewas di Padang
Selama arus mudik Leba­ran sejak H-7 hingga hari kelima Lebaran pada tanggal 31 Agustus 2014, jumlah kecelaka­an di Kota Padang sebanyak tujuh peristiwa. Dari jumlah tersebut tercatat korban meninggal lima orang, korban luka berat sembi­lan orang, korban luka ringan sebanyak enam orang.
“Kecelakaan paling dominan terjadi pada kendaraan roda dua. Data tersebut diperoleh dari H-7 hingga H+5,” kata Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Gatot Istanto melalui Kanit Lakalantas AKP Indra  kemarin (1/8).

Dikatakannya, ketujuh peris­tiwa kecelakaan tersebut terjadi di kawasan Panorama, Andalas, Bungus dan By Pass. Akibat kecelakaan lalu lintas itu, menimbul kerugian mencapai Rp62.500.000.
Kelima orang tewas tersebut, dijelaskan Indra, kecelakaan itu terjadi dua hari jelang Lebaran kemarin. Insiden pertama terjadi Jumat (25/7) sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Sitinjau Laut antara truk dan motor roda dua. Insiden menewaskan tiga pengen­dara motor. Sementara malamnya sekitar pukul 19.30 WIB insiden ke dua berlangsung di Jalan Anduring depan Restoran Mama. Akibatnya dua orang tewas, dan dua lainnya luka-luka.
Kecelakaan di Sitinjau terjadi berawal ketika Truk nopol BE 9145 AO datang dari arah Solok menuju Padang. Tiba di TKP truk mengalami kerusakan rem, sehingga menabrak dua motor dari arah berlawanan yang masing-masing dikendarai pasa­ngan suami istri yakni Achwandi (31) dan sang istri Ummul Aiman (25), warga Komplek Singgalang B1, Nomor 5 RT 4 RW IV, Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah.

Sementara korban ketiga yakni seorang mahasiswa asal Sijunjung, tepatnya di Jorong Mangkudo Kodok, Desa Limo Koto, Kecamatan Koto Tujuah. Ketiga korban sudah dibawa ke RSUP M. Djamil, Padang. Truk sendiri berhenti setelah sopir menabrakkan ke tebing sisi jalan, karena itu, ia mengalami cedera tulang di bagian pinggang.

Kemudian kecelakaan kedua terjadi di Jalan Anduring, insiden ini persis di depan Restoran Mama. Dua orang tewas, yakni pengendara motor dan penyebe­rang jalan, sementara luka-luka yakni pengendara motor lain. Korban tewas pengendara motor jenis Suzuki Satria FU bernama Dani Tanto (20), warga Pondok, Kecamatan Padang Selatan, sedangkan penyeberang jalan bernama Aswin (50), warga Sarang Gagak, Kecamatan Kuranji.

Payakumbuh dan Limapuluh Kota
Selama operasi ketupat dalam mengamankan Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah, dua kepolisian di wilayah hukum Kota Payakum­buh dan Kabupaten Limapuluh Kota mencatat, setidaknya 6 orang meninggal dunia akibat kecelakaan  lalu lintas.

Kecelakaan yang merenggut nyawa itu, terjadi semenjak 22 Juli lalu hingga arus balik Jumat (1/8) kemarin. Keenam yang mening­gal dunia tersebut, terdiri 2 dari wilayah hukum Polres Payakum­buh dan 4 dari wilayah hukum Polres Limapuluh Kota.

AKBP Rubintoro Suhada Kapolres Payakumbuh melalui Kepala Satuan Lalu Lintas Iptu Harry M Putra, Jumat (1/8) kemarin mengatakan, kecelakaan tersebut didominasi oleh kend­araan roda dua seperti yang terjadi pada Minggu (27/7) lalu di persim­pangan tiga kelurahan Sungai Durian, persisnya di perbatasan Kota Payakumbuh dan Kabupa­ten Limapuluh Kota. Kecelakaan naas  antara sepeda motor Kawasaki Ninja bernomor polisi BA 3248 MR  dengan sepeda motor Yamaha Vega .
Dari kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor tewas ketika hendak dilarikan ke rumah sakit Adnan WD Kota Paya­kumbuh. Yakni korban bernama Rafdinal (60) warga kelurahan Sungai Durian Keca­ma­tan Latina, Kota Payakumbuh.

Dihari yang sama, kecelakaan  juga terjadi di Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Utara antara   sesama sepeda motor Yamaha Beat nomor polisi  BA 2476 ME dengan nomor polisi BM 4860 EX. Akibatnya, salah seorang pengendara sepeda motor tersebut tewas.
Begitu pun di Kabupaten Limapuluh Kota, di ruas jalan nasional penghubung Sumbar-Riau, setidaknya dari 10 terjadi kecelakaan 4 orang di antaranya meninggal dunia. Tak hanya itu, 6 orang luka berat dan 23 orang luka ringan akibat kecelakaan selam arus mudiak dan arus hingga Jumat (1/8) kemarin.

“Dari 10  kali kasus kecela­kaan selama operasi ketupas, setidaknya 4 orang meninggal dunia. Terakhir terjadi pada Jumat dini hari, satu unit bus nyaris masuk jurang dan satu penumpang tewas di lokasi kejasian,” ungkap AKBP Tri Wahyudi Kapolres Limapuluh Kota.
Kecelakaan Bus PO  Beringin Sakti bemua­tan 16 penumpang dengan jurusan Siak- Bukittinggi itu, melaju dari arah Pekanbaru menuju Sumbar. Diduga, kecela­kaan disebabkan  supir bus yang mengantuk dan akhirnya bus nyaris masuk jurang di pintu masuk Fly Over Kelok Sambilan.
Kecelakaan bus dengan nomor polisi BM 7491 FU itu menye­babkan penumpang  bernama Darnalis (65) warga Padang Lua, Kabupaten Tanah Datar tewas setelah terjepit akibat suasana panik penumpang ketika bus mulai tak stabil melaju. Kapolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi menghimbau kepala masyarakat pengguna ruas jalan nasional Sumbar-Riau agar berhati-hati, terutama pada malam hari.

3 Tewas di Bukittinggi
Selama Operasi Ketupat yang dimulai dari tanggal 21 Juli 2014 hingga Jumat 1 Agustus 2014  telah terjadi sembilan kasus laka lantas di wilayah hukum Polres Bukittiggi, yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Tiga korban di antaranya meninggal dunia, dan salah seorang adalah pejalan kaki yang tewas ditabrak sepeda motor.
Kasat Lantas Polres Bukit­tinggi AKP M. Sajarod Zakun memastikan bahwa tiga korban yang meninggal dunia itu bukanlah pemudik, tapi meru­pakan warga Bukittinggi dan sekitarnya yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas mudik ataupun arus balik.

“Mereka meninggal dunia tidak di jalan utama dan tidak ada hubugannya dengan aktivitas mudik maupun arus balik,” tegas M.Sajarod Zakun, Jumat (1/8).
Selain tiga korban yang me­ninggal dunia itu, satu korban mengalami luka berat, dan 13 korban mengalami luka ringan. 

sumber:harianhaluan.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More