Minggu, 03 Agustus 2014

Pasir Putih Kambang Mulai Abrasi

L-News
Batu krib di Pantai Pasir Putih Kambang belum mempan seratus persen menahan abrasi akibat amukan ombak yang cenderung besar beberapa waktu ini.
Bahkan, beberapa hari terakhir, pengikisan oleh air laut telah melampaui bangunan pengaman pan­tai. Tebing atau pinggir daratan jauh ketepi, sedangkan batu krib sudah agak ketengah.

kawasan yang terkena abrasi tersebut telah mengalami kerusakan hebat. Bahkan posisi tebing atau pinggir pantai berada di belakang batu krib, bila ditrik garis lurus dari batu krib ke utara maka kawa­san yang sudah terkikis itu tidak kurang dari 6 sampai 7 meter dibelakang garis lurus itu.

Selanjutnya abrasi telah merusak lahan dan nyaris meruntuhkan rumah. Keru­sakan lahan yang terjadi disana juga diikuti oleh tumbangnya tanaman kelapa dan tanaman lain­nya. Puluhan rumah dika­wasan itu terancam am­ruk. Beberapa rumah malah berada persis diping­gir pasir yang terkikis. Dapur warga bila ombak tinggi maka akan dimasuki air laut.

Darwin (40), Warga Pasir Putih Kambang menyebutkan abrasi tahun ini termasuk menimbulkan dampak hebat. Keberadaan batu krib hanya sedikit saja membantu untuk mengamankan kawasan itu dari abrasi. Batu krib yang dipasang di kawasan Pasir Putih Kambang adal yang memanjang menyisiri pan­tai ada pula yang menjorok ke dalam laut.

“Pantai yang dipasangi batu krib memanjang menyisiri pantai ombak mengikis pada bagian ujung dari batu krib. Sementara yang menjorok kelaut, pengikisan atau abrasi terjadi antara satu lajur batu krib dengan yang alinnya,” katanya menje­laskan.

Dikatakannya, bila pasang tiba warga yang rumahnya sudah tersentuh kikisan mengungsi keluar. Jika air pasang datang malam hari, maka mereka mengungsi kejalan hingga air pasang surut lagi,” katanya.

Ketua LSM Swara Pe­sisir Rizal Mala menye­butkan, ketika pembangu­nan batu krib ini berlang­sung dua tahun lalu, warga sebenarnya sudah merasa khawatir, soalnya dengan pemasangan seperti itu akan menimbulkan dampak dimana akan ada bagian bagian yang lowong akan dikikis air laut dengan kekuatan justeru lebih besar.

“Kami sudah menda­patkan analisa dampak pembangunan batu krib dari masyarakat. Lalu ketika itu melalui media massa kami mendesak pemerintah pembangunan batu krib itu perlu menam­bah bangunan pada titik titik yang bakal muncul menjadi tempat bencana baru,” katanya.
Disebutnya, tidak hanya di kawasan Pasir Putih, bahkan dibagian utara yakni Kampuang Lakuak dan Ujung Air semenjak ada bangunan krib air laut banyak menumpu ke kawa­san itu.

Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal menyebutkan, selain pasir Putih Kambang abrasi juga terjadi di tempat lain, misalnya di Sumedang, Muaro Jambu, Pantai Selayang Pandang Bayang, Pantai Api Api. Semuanya memang perlu pengamanan. Namun akibat keterbatasan anggaran pemerintah be­lumlah semuanya bisa teratasi dengan baik.

“Kusus di Pasir Putih Kambang, abrasi memang terjadi hampir setiap tahun. Untuk kejadian kali ini abrasi memang telah me­nun­jukkan dampak, namun dari sisi keamanan warga yang tinggal disana masih terbilang baik dari sejumlah tempat langganan abrasi,” katanya.
Dono Gusrizal mengim­bau, warga perlu waspada, artinya ketika gelombang pasang tinggi dan menim­bulkan abrasi warga mesti keluar rumah. “Jangan dipaksakan dalam rumah. Sebab tidak pula bisa diperkirakan apakah rumah bertahan dihantam ombak atau tidak,” katanya.
Diktakannya, hingga kini dirinya belum menda­pat laporan tentang berapa jumlah kerugian disana. “Tentu nanti ada laporan dari Walinagari setempat,” tutupnya

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More