Jumat, 04 Januari 2013

Masyarakat Harapkan Perbaikan Jembatan Gantung di Dua Nagari ( Kambang dan Kambang Utara ) Kecamatan Lengayang

L-NEWS,... 

Masyarakat yang tinggal di dua nagari (Desa Adat) yakni Kambang dan Kambang Utara, Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan Sumatera Barat mengharapkan perhatian pemerintah untuk melakukan perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan dua nagari itu.

"Kondisi jembatan gantung yang menghubungkan dua nagari ini sudah sangat memperihatinkan karena rusak berat sehingga membutuhkan perbaikan, " kata Harisman (42) salah seorang warga Kambang, kemarin.
Jembatan itu sangat membahayakan bagi penggunanya, karena posisinya sudah miring akibat sebagian besi kawat gantungan jembatan itu putus. Lantai kayu dan besi penyangga lantai lainnya sudah banyak yang keropos karena dimakan usia.

Menurut dia, manfaat jembatan tersebut sangat besar bagi masyarakat pada dua nagari itu untuk menghubungkan akses transportasi karena hanya satu satunya akses transportasi warga yang hendak bepergian dan balik di dua nagari bertetangga itu.
Selain itu, kerusakan berat juga terdapat pada pondasi jembatan. Bagian bawah pondasi beton amblas akibat tergerus arus sungai sehingga posisinya tidak lagi pada tempatnya atau mengalami kemiringan. Kondisi itu sangat membahayakan bagi keselamatan warga yang melewati.
Selain dimakan usia, kerusakan tersebut disebabkan oleh terjangan banjir bandang yang terjadi pada tahun 2011. Meski demikian, hingga kini jembatan tersebut masih menjadi alat penyeberangan bagi warga sekitar dalam melakukan aktifitasnya sehari hari.
"Meski mengancam jiwa penggunanya, setiap hari tidak kurang dari seratusan warga memanfaatkan jembatan ini dalam menjalankan aktifitasnya, " ujar dia.
Sebelum mengalami kerusakan, jembatan gantung yang panjangnya sekitar 40 meter itu masih bisa dilewati kendaraan roda dua untuk melancarkan aktifitas warga sehari hari, beda dengan saat ini, jangankan kendaraan roda dua, bagi pejalan kaki saja jembatan tersebut sulit untuk dilewati.
Perbaikan itu mendesak untuk dilakukan karena jembatan yang merupakan satu-satunya akses transportasi masyarakat dalam melakukan berbagai aktifitas itu hingga kini masih dimanfaatkan bagi warga sehingga sangat membahayakan bagi keselamatannya.
"Meski belum membawa korban jiwa, jembatan itu setidaknya sudah membawa kerugian materil bagi warga yang melewati akibat jatuhnya barang bawaan warga saat melintas di jembatan tersebut,. 

(pessel.go.id/*L-News Team)

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More