Minggu, 17 Februari 2013

IPL, Kompetisi dengan Seribu Problem

L-NEWS,............
Indonesia Premier League (IPL), kompetisi seribu problem. Fakta itu seolah muncul, melihat rumitnya proses diputarnya IPL. Berbagai masalah seolah terus bermunculan, walau IPL tinggal beberapa hari lagi digelar.

Segudang persoalan terus menerpa kompetisi di bawah operator PT Liga Indonesia Prima Sportindo (LPIS) tersebut. Dimana masalah yang ada, sudah bisa terlihat dari beberapa kali LPIS memundurkan jadwal kick off IPL. Terhitung sudah tiga kali LPIS melakukan langkah tersebut, walau LPIS selalu mengkleim pihak klub lah yang mengingikan hal tersebut.

Awalnya LPIS mematok tanggal 9 Februari sebagai awal digelarnya kompetisi yang musim lalu diikuti oleh 12 kontestan tersebut. Namun, di tanggal tersebut roda kompetisi IPL tidak bisa dilaksanakan dan diundur menjadi 11 Februari. Tapi ketetapan tersebut mundur menjadi 13 Februari. Dan lagi-lagi, rencana LPIS untuk menggelar IPL pada tanggal 13 Februari batal. Kali ini, LPIS menetapkan tanggal 16 Februari sebagai langkah awal dimulainya kompetisi di bawah PSSI tersebut.

Tidak hanya soal penentuan jadwal saja yang jadi problem terselenggarakannya kompetisi IPL. Bisa dibilang, sampai saat ini masyarakat Indonesia belum mendapatkan kabar pasti soal kelanjutan News Corp. Padahal sebelumnya, gembar-gembor soal kerja sama LPIS dengan perusahaan media asal Amerika Serikat tersebut seperti sudah mencapai titik sepakat.

LPIS dan PSSI dikabarkan akan menjalin kesepakatan dengan News Corp selama 30 tahun kedepan dengan dilakukannya proses evaluasi setiap empat tahun sekali. Dan jika kerja sama tersebut bisa terlaksana dengan baik, klub-klub kontestan IPL pun akan kebagian keuntungan dari kerja sama PSSI, LPIS, dan News Corp setiap musimnya. Tapi apa? Sampai saat ini proses itu pun menjadi tidak jelas.

Yang teranyar tentang problem yang dialami terkait digulirkannya IPL, setelah adanya pernyataan dari CEO PT LPIS Widjajanto, jika hanya delapan klub yang siap berkompetisi. Dimana diantaranya Semen Padang (SP), Pro Duta Medan, Persiba Bantul, Persija Jakarta versi IPL, PSIR Rembang, PSM Makassar, Persepar Palangkaraya, dan Persebaya Surabaya.

Sementara delapan sisanya seperti Arema Indonesia versi IPL, Perseman Manokwari, Persiraja Banda Aceh, PSLS Lhokseumawe, Persibo Bojonegoro, PSMS Medan, Persijap Jepara, dan Bontang FC. Kondisi ini tentu dirasa begitu miris. Bagaimana mungkin kompetisi akan berjalan, jika baru delapan klub yang dinyatakan siap. Padahal kompetisi sendiri tinggal hitungan hari.

"Laga perdana akan dibuka antara Pro Duta (Medan) kontra Semen Padang. Dan untuk laga kedua, mungkin kami harus menundanya dulu antara Arema Indonesia kontra Persiba (Bantul). Laga kedua memang terpaksa ditunda, karena proses klub tersebut belum tentu beres minggu ini. Tapi yang jelas, untuk laga perdana sudah pasti kick off 16 Februari," ungkap Widja, sapaan akrab Widjajanto.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More