Minggu, 10 Februari 2013

Jalan Negara di Pasar Gompong (Kambang, Pes Sel) Memprihatinkan

L-NEWS,...
Warga dan pengguna jalan minta pemerintah untuk segera mengaspal ruas jalan nasional lintas barat Sumatra sepanjang 2,7 kilometer mulai Simpang Lakuak-Pasar Gompong, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan yang saat ini kondisinya amat memprihatinkan.

Padahal, jalan itu awalnya jalan menuju areal perkebunan, kemudian berubah fungsi menjadi jalan alternatif karena jalan nasional di Pantai Pasir Putih Kambang putus total diterjang banjir dan gelombang pasang 2011 lalu. Kini, statusnya menjadi jalan nasional lintas barat. Tentu, kualitas jalan tersebut harus ditingkatkan.
“Jalan itu mulai dibangun sejak 2012 setelah jalan lintas barat Sumatra di Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang putus akibat banjir bandang 2011. Sebelumnya merupakan jalan ke areal perkebunan yang akhirnya ditingkatkan menjadi jalan nasional lintas barat Sumatra,’’ ungkap Yoni, 46, seorang warga setempat baru-baru ini.

Dikatakan, hingga kini jalan tersebut masih difungsikan untuk kelancaran akses transportasi untuk dilalui mobil umum, khususnya truk berukuran besar sejak direlokasi dari Pasir Putih Kambang mulai November 2011.

Dengan dijadikan jalan perkebunan itu sebagai jalan lintas barat Sumatra, tentu sangat bagus bagi warga sekitar karena berdampak baik terhadap perekonomian. Selain mengangkat nilai jual harga tanah sekitar lokasi, juga bermanfaat untuk kelancaran akses transportasi dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Meski demikian kondisi pembangunan jalan yang masih terbengkalai itu membuat pengendara merasa gerah, begitu juga dengan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan 2,7 kilometer tersebut.
Selain berbatu material setelah pengerasan, pada badan jalan itu juga terdapat lobang-lobang besar sehingga sulit dilewati kendaraan.

“Kami berharap jalan ini bisa segera dituntaskan. Sebab, selain sulit dilalui kendaraan, kondisi itu juga mem buat kami yang tinggal di sepanjang jalan ini selalu dikungkung kabut.
Pada musim kemarau, debu jalan yang belum selesai itu beterbangan dan melekat ke dinding rumah. Sebaliknya jika hujan, lingkungan terlihat kumuh,’’ tuturnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pesisir Selatan, Hendri Hanafi menegaskan, peningkatan pembangunan jalan Simpang Lakuak-Pasar Gompong merupakan kewenangan pemerintah pusat yang anggarannya bersumber dari APBN, begitu juga untuk melanjutkan pengerjaannya yang terbengkalai saat ini.

‘’Kewenangan perbaikan dan pembangunan jalan tersebut merupakan tanggungjawab pemerintah pusat, karena fungsi dan statusnya sudah ditingkatkan menjadi jalan nasional,’’ ungkapnya.
Dikatakan, untuk melanjutkan pembangunan jalan lintas barat Sumatra yang panjangnya 2,7 kilometer itu, Pemkab Pesisir Selatan sudah mengusulkan ke pemerintah pusat sejak 2012.

“Kita belum bisa memastikan kapan realisasinya, karena proposal yang diajukan pada 2012 belum ada jawaban dari pemerintah pusat. Kita minta masyarakat bersabar, karena kelanjutan pembangunan jalan ini sudah pasti dilakukan, tinggal menunggu waktu,’’ucap Hendri.   


0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More