Rabu, 19 September 2012

Anak Tabek Patah Raih Emas Silat PON Riau

Udara Nagari Tabek Patah, Tanah Datar begitu sejuk. Di nagari elok itu kini telah lahir juara nasional di cabang pencak silat. Sang pesilat wanita itu awalnya belajar silek Kumango dari Luhak nan Tuo.
“Iyo lah dapek kaba ambo tadi, kamanakan awak mah,” kata Walinagari Tabek Patah, Kharisma Dt Kayo kepada Singgalang, Selasa (18/9).
Peraih medali emas itu Weny Sasmitha. Ia tampil di kelas 50 Kg putri pada ajang Pencak Silat PON XVIII Riau, di Bangkinang. Lahir di Tabek Patah 6 September 1992. Memulai latihan pencak silat ketika duduk di bangku kelas 2 MTsN Lawang Mandahiling, tak jauh dari rumahnya. Ini adalah emas pertama pencak silat Sumbar di ajang PON sejak 20 tahun terakhir.
“Iyo urang Tabek Patah,” kata Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue.
“Rp50 juta dari saya untuk anak yang hebat itu,” kata Ketua IPSI Sumbar, Fauzi Bahar. Kabar itupun telah sampai ke Tabek Patah.
Sejak kecil
Sedari kecil minat ke olahraga beladiri sudah ada dalam jiwa anak pasangan Syafriwal dan Septinar ini. “Waktu itu ada perguruan silat baru dibuka namanya Perguruan Pusako beraliran Silek Kumango di kampung. Karena memang suka beladiri silat makanya langsung bergabung,” kata pemilik postur tinggi badan 163 cm dan berat 53 kg itu.
Keseriusannya berlatih di perguruannya yang dipimpin A.R. Datuak Panghulu Sutan kini berbuah prestasi nasional. Setelah lulus dari MTsN di kampung halaman, Mitha pun lulus tes masuk Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP), Sungai Sapiah Padang.
Di PPLP itu, Mitha dilatih Sartusa Ibrahim, Suwirman, dan Handri Uncu. Berbagai iven pelajar yang diikuti satu persatu menuai prestasi. Begitu tamat di PPLP, Mitha masuk FIK UNP. Ternyata begitu tamat di PPLP terus berlatih bersama Suwirman di kampus nya.
Tekadnya meraih emas pada PON pertamanya begitu tinggi. Apalagi ucapan Ketua Umum IPSI, Fauzi Bahar saat melepas para pesilat ke PON beberapa waktu lalu di palanta kediaman walikota, kalau tidak dapat emas jangan melaporkan kepulangan tim kepadanya.
Tekad sekaligus cambuk baginya atas tantangan sang Ketua Umum itu. Pada Selasa (18/9) pagi di hadapan Fauzi Bahar serta Ketua Umum KONI Syahrial Bakhtiar, sulung dari dua bersaudara ini mengukir emas pada kelas B 50-55 kg putri.
Torehan emas merupakan emas pamungkas bagi target Sumbar. Tapi, dirinya tidak menyangka akan menjadi atlet penentu pencapaian target emas Sumbar itu. Baginya bagaimana kesempatan emas pada PON pertama ini bisa menyabet emas. Makanya mahasiswi Jurusan Pendidikan Olahraga BP 2010 ini rela alat komunikasi berupa HP bersama-sama temannya yang lain tidak diperolehkan diaktifkan.
Kini kakak dari Dwi Putra Casmitha itu sudah menjadi number one pada kelas B jenis tanding. “Ini hadiah ulang tahun saya yang ke-20 tahun. Terima kasih semuanya yang telah mendukung saya dengan tanpa lelah. Kado ulang tahun ini juga untuk kedua orang tua dan adik semata wayang saya,” ungkapnya.
Bonus plus
Impian Ketua Umum Fauzi Bahar yang juga Walikota Padang, agar atlit binaannya merorehkan prestasi gemilang pada even nasional menjadi sebuah kenyataan.
Mitha mengalahkan Wida Wijaya dari Jawa Barat. Mitha tampil bersemangat. Bisa jadi karena disaksikan oleh sang ketuanya.
“Pacah talua IPSI, hidup pencak silat,” kata Fauzi
Menurut Fauzi Bahar ini keberhasilan seluruh pembina pencak silat dan berkat doa restu seluruh masyarakat Sumbar.
“Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih, semoga perolehan medali emas ini sebagai langkah awal Sumbar dimasa mendatang meraih prestasi yang lebih gemilang,” ujar Fauzi
Dengan meraih medali emas di laga PON XVIII, Fauzi Bahar berjanji akan terus menggalakan Gelanggang Silih Berganti di seluruh wilayah Sumbar.
Sebagai ungkapan rasa haru dan bangga Fauzi memberikan uang kontan Rp50 juta langsung kepada Weny Sasmitha sesui dengan janji yang diucapkannya sebelum keberangkatan kontingen. Sementara bonus dari pemprov Rp150 juta. Rp200 juta akan bisa membantu Mitha meraih masa depan.
Fauzi yang dilantik beberapa bulan menjadi Ketua Umum IPSI Sumbar oleh Ketum IPSI Prabowo Subianto, merasa keberhasilan Mitha, bukan karena dia, tapi karena semangat seluruh warga IPSI Sumbar.
Ketua Harian IPSI Sumbar Adib Alfikri puas atas keberhasilan yang diperoleh atlit. Tak hanya emas, satu medali perak yang diraih Cory Mita Kurnia yang dikalahkan pesilat Yulinar Tika Sari asal Jawa Tengah. Dua medali perunggu juga diraih oleh Suparto dan Azwar Aswad. 

sumber: singgalangcom

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More