Selasa, 18 September 2012

Sanur Ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata





Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI memilih Desa Sanur menjadi salah satu daerah penelitian perencanaan pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan Kemenparekraf juga menunjuk empat daerah lain selain Sanur dalam program tersebut yakni Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Komodo (Nusa Tenggara Timur), Toraja (Sulawesi Selatan), dan Bromo (Jawa Timur).

"Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah Sanur mampu mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan melalui Sanur Village Festival (SVF)," ungkap Gusde sapaan akrab Ida Bagus Gede Sidharta Putra, di Denpasar, Senin (17/9).

Gusde memaparkan staf ahli Kemenparekraf menyampaikan konsep strategis pariwisata nasional dan bagaimana Desa Sanur terpilih bersama empat daerah lainnya. Kelima kawasan yang terpilih tersebut kelak melakukan tahapan penelitian dan kajian yang dikerjakan tim khusus.

"Kelima kawasan ini, termasuk Sanur, akan diimplentasikan berdasarkan cakupan destinasi, industri, pasar maupun institusi pendukungnya," imbuh Gusde.

Gusde mengaku, rencana tersebut sudah disampaikan Cokorda Istri Dewi, Staf Ahli Perencanaan Program Pariwisata, Kemenparekraf.

Untuk hal itu, YPS diminta menyiapkan sejumlah persyaratan yang diperlukan sebagai bahan kajian program tersebut dan Gusde pun menyambut baik dan mendukung program tersebut, yang ikut memompa semangat pelaksanaan SVF ke-7 yang akan digelar 26-30 September 2012 mendatang.

Festival itu bakal dimeriahkan dengan berbagai atraksi seni, kuliner, sport, permainan, hiburan, fotografi, diskusi budaya, pelestarian lingkungan, dan berbagai kegiatan lain yang melibatkan warga lokal maupun wisatawan.

Bagi Gusde, pariwisata memiliki peran sentral dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang tidak hanya terbatas pada perekonomian, tetapi juga kesejahteraan secara luas.

Sanur yang solid menjaga sinergitas pariwisata, potensi alam, seni budaya dan kreativitas warganya telah mampu menjadikan kawasan ini sebagai desa pariwisata yang sangat dikenal di dunia internasional.

Gusde mengakui, Desa Sanur sangat memahami dinamika perkembangan pariwisata yang terus berkembang untuk itu perencanaan secara holistik yang menyangkut tatanan desa berbasis Tri Hita Karana.

Menyambut program Kemenparekraf itu, pihaknya berupaya membuat keputusan yang lebih rasional dan meningkatkan kualitas pengembangan destinasi secara nyata.

SVF merupakan salah satu motor penggerak kreativitas masyarakat Desa Sanur yang diorganisasi secara terencana oleh YPS. Kegiatan tahunan sejak 2006 ini rupanya selaras dengan program pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional untuk mewujudkan kepariwisataan Indonesia yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

metro tv

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More